Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Elea Widuri Hardana siswi kelas XII-A digiring dari ruang kelas menuju ruang BK. Penemuan alat test kehamilan dengan hasil positif baru saja membuat geger. Padahal, kurang dari satu pekan lagi, Soraya, ibunda Elea, akan mengisi seminar di sekolah tersebut. Seminar bertajuk Gen-Z: Reproductive Health and Moral Integrity. Bagaimana mungkin putri seorang pakar seksolog bergelar dr. Sp. OG, melakukan kesalahan besar?
Dua bulan lalu, Zean Wisnu Hardana juga mengisi seminar yang memang rutin diadakan sekolah tempat Elea menuntut ilmu tersebut. Zean merupakan seorang Advokat kenamaan. Sebagai putri, bukankah Elea seharusnya merasa bangga? Namun yang terjadi, bukan hanya mencoreng nama St. Jude International Academy saja. Kedua orang tua Elea juga. Siapa yang pantas disalahkan? Edukasi yang terang di depan layar justru gelap di baliknya? Sebagai pakar, tidak mungkin Elea tidak memahami profesi ibunya, bukan?
Akan tetapi, kehamilan Elea bukan sekadar 'kecelakaan' biasa. Melainkan, gema yang mengusik luka lama Soraya. Bisakah menjadi titik balik? Atau Elea hanya akan menjadi korban berikutnya dari siklus yang sama?