Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Aku membelikan mereka rumah, tapi lupa cara menjadi rumah." Sepeninggal istrinya, Ayah baru menyadari betapa kaku dan asingnya hubungan ia dengan keempat anaknya. Komunikasi mereka mati, menyisakan Ayah yang kesepian menulis diary untuk sang istri di surga.Namun, ketika Laras, Dani, Raya, dan Dyan dihantam masalah hidup yang nyaris menghancurkan masa depan mereka, Ayah dipaksa keluar dari zonanya. Ia harus belajar menurunkan ego, bersikap adil di tengah kecemburuan, dan merangkul kembali anak-anak yang terbiasa memendam luka.Saat anak-anak mulai menyadari hangatnya cinta yang selama ini tersembunyikan di balik ketegasan Ayah, sebuah takdir baru telah menanti di ujung jalan. Ini adalah kisah tentang pelukan yang terlambat, namun berhasil menyelamatkan sebuah keluarga sebelum sang nakhoda menutup mata untuk selamanya. Di tengah kecemburuan antar-saudara dan dinding kaku masa lalu, raga tua yang rapuh itu harus belajar meruntuhkan egonya. Ini adalah perjalanan sunyi seorang Ayah yang belajar melunakkan hati untuk menjadi rumah seutuhnya bagi anak-anaknya. Sebelum waktu benar-benar habis, mampukah ia menebus waktu yang hilang dan menyatukan kembali kepingan keluarganya yang retak?