Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Ayah, cinta adalah lembaran uang. Hampir seluruh hidupnya habis di meja kerja. Dia percaya bahwa memastikan dapur tetap mengepul dan masa depan anak-anaknya terjamin adalah bentuk pengabdian tertinggi seorang ayah. Namun, di balik dinding rumah yang ia bangun dengan peluh, Ayah sebenarnya adalah seorang asing. Dia tidak tahu menu sarapan favorit anak-anaknya. Dia tidak tahu siapa yang diam-diam menangis di kamar saat malam tiba. Dia juga tidak pernah sadar bahwa selama ini, istrinya adalah jembatan rapuh yang menghubungkan dirinya dengan dunianya yang sunyi. Lalu, istri tercinta pergi untuk selamanya. Seketika itu juga, jembatan itu runtuh. Rumah yang dulu hangat berubah menjadi ruang asing yang dingin. Tanpa dekapan sang istri, luka yang selama ini dipendam oleh anak-anak mereka mulai menganga. Satu per satu dari mereka memilih pergi, mengejar takdir masing-masing. Kini, di tengah rumah yang besar dan senyap, Arga akhirnya menyadari satu hal. Nafkah bisa membeli segalanya, kecuali waktu yang telah hilang. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Ayah benar-benar sendirian. Bisakah seorang ayah yang terlambat belajar mencintai, menyatukan kembali puing-puing keluarga yang telah hancur?