Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Masjid itu tidak pernah benar-benar sunyi. Ia hanya menunggu siapa yang ingin pulang.
Di setiap Sabtu pagi, ada langkah-langkah kecil yang datang dengan mata setengah terjaga, membawa hati yang kadang penuh beban dunia. Mereka duduk di lantai yang sama, menghadap arah yang sama, tetapi membawa cerita yang berbeda-beda. Ada yang sedang mencari jawaban. Ada yang sedang memperbaiki diri. Ada pula yang hanya ingin merasa tidak sendirian.
Romadhan datang seperti guru yang lembut namun tegas. Ia mendidik tanpa suara keras. Ia mengajarkan sabar lewat lapar, mengajarkan syukur lewat dahaga, dan mengajarkan cinta lewat malam-malam panjang yang penuh doa. Di masjid itu, tarawih bukan sekadar rakaat, tetapi latihan setia. Sahur bukan hanya makan, tetapi panggilan kesadaran. Dan i"tikaf bukan sekadar diam, tetapi dialog sunyi antara hamba dan Tuhannya.
Hari-hari besar Islam menjadi penanda perjalanan. Maulid mengingatkan tentang akhlak. Isra Mi"raj mengingatkan tentang shalat. Tahun Baru Hijriyah mengingatkan tentang perubahan. Setiap momentum adalah undangan untuk memperbarui niat, memperbaiki arah, dan menguatkan ukhuwah.
Buku ini bukan tentang ceramah-ceramah yang sempurna. Ia adalah kumpulan dakwah yang tumbuh dari lantai masjid, dari suara azan, dari air mata taubat, dan dari senyum persaudaraan.
Di dalamnya, ada Sabtu-Sabtu yang sederhana namun menguatkan. Ada Romadhan yang mendidik jiwa. Ada hari-hari besar yang menyadarkan bahwa hidup bukan hanya tentang dunia.
Dan pada akhirnya, semua bermuara pada satu pertanyaan: Sudahkah kita benar-benar kembali?