Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Laras tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan sedramatis ini setelah memiliki anak. Ia merasa bahwa kewarasannya yang dulu direnggut paksa setelah menjadi ibu. Walau di luar sana banyak yang memuji ketelatenannya dalam mengurus anak, akan tetapi saat di dalam rumah, ia mendadak menjadi monster mengerikan bagi anak-anaknya.
Di antara dua jendela, ia mulai menyimpulkan satu hal. Bahwa dirinya tidak normal. Apakah yang menyebabkan Laras demikian? Bisakah ia kembali pulih?
terima kasih bang reviewnya maa syaa Allah reviewnya bagus sekali. Semoga kisah nyataku ini bisa menginspirasi banyak ibu di luar sana agar selalu semangat dalam menjalani hidupnya.
Menjadi sosok ibu sering kali kita gambarkan penuh senyuman, namun Larasati mencoba memberikan sesuatu yang berbeda dalam novelnya Di Antara Dua Jendela. Dia berani menyingkap sisi kelam yang juga dirasakan oleh para ibu, ketika berjuang melawan postpartum depression dan luka batin yang tak terlihat. Bahwa ternyata dalam kehidupan seorang ibu ada kontradiksi yang menyakitkan. Di luar rumah ia dipuji sebagai ibu yang telaten, namun di dalam rumah, kesepian dan tekanan mental mengubahnya menjadi sosok "monster" bagi anak-anaknya. Kisah ini menjadi cermin bagi banyak perempuan yang merasa kewarasannya direnggut paksa setelah melahirkan. Bahwa seorang ibu tetaplah seorang manusia , bisa merasa tidak bahagia, atau merasa "gagal" mengasuh anak-anaknya karena masalah mental yang dideritanya. Sosok ibu dalam novel ini mengakui bahwa "dirinya tidak normal" dan keinginanya untuk dibantu agar sembuh menjadi langkah yang sangat berani. Pujian dari luar ser