Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Kaladia Binari, merasa bahwa hidupnya bisa digambarkan dengan warna. Warna cerah merekah bahagia, menggambarkan Mamim, Aidan dan ketiga sahabatnya; Sania, Dechi dan Magin. Warna merah memanas, menggambarkan dirinya dengan Papip. Warna teduh menyejukkan menggambarkan dirinya dengan Adrian, dan warna gelap duka menggambarkan... dirinya sendiri.
Kala mendambakan tenang sejak lama, sejak hidup mulai menghancurkannya perlahan-lahan. Tenang yang kekal.
Detak nadi Kala berdetak seirama dengan detik waktunya, dari awal nyawa Kala bertumbuh, bermekaran hingga layu dan mati, namun meninggalkan kelopak-kelopak bunga yang indah dan wangi manis semerbak.
Kaladia Binari; Ketika ia disinari.
Sinar berbinar-binar mengarah Kala, sinar yang Tuhan kirimkan dari surga sebagai arah pulang untuk Kala.
Tenang, Kala sudah tenang.
Kekal abadi di dalam surga, dibalut bunga-bunga indah, wewangian manis, dan udara yang bertiup begitu lembut selayaknya air yang mengalir tenang.