Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Zul pernah memiliki segalanya, keluarga, harapan, dan masa depan. Hingga satu ledakan di Kuningan, 2004, merenggut semuanya dalam sekejap.
Sejak hari itu, hidupnya hanya memiliki satu arah, balas dendam.
Namun dunia tidak berpihak pada orang seperti Zul. Ia bukan aparat, bukan siapa-siapa, hanya seorang pria yang hancur, terjebak dalam luka yang tak kunjung sembuh. Di antara upaya mengakhiri hidupnya sendiri dan kegilaan yang perlahan merayap, dua orang berusaha menariknya kembali, Ilyas, polisi yang tak pernah lelah mendengarkan, dan Tora, kepala sekolah yang memberinya alasan untuk tetap hidup dengan menjadikannya sebagai guru.
Tapi bahkan itu tak cukup.
Sampai seorang murid pendiam muncul di kelasnya, Kirana Laras.
Seorang murid dengan jemari yang menari di atas piano, membawa cahaya ke dalam dunia Zul yang gelap. Perlahan, sesuatu yang telah lama mati dalam dirinya mulai hidup kembali menjadi harapan dan bahkan, cinta.
Namun cinta itu terlarang.
Di tengah penolakan, tekanan, dan masa lalu yang terus menghantui, Zul harus memilih: tetap terjebak dalam dendam yang membakar dirinya, atau memperjuangkan cinta yang bisa menyelamatkannya.
Karena terkadang, satu-satunya hal yang lebih berbahaya dari kehilangan adalah kesempatan untuk memulai kembali.