Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sandyakala Renjani tidak memiliki tanggal lahir, hari pertamanya datang datang ke panti adalah tanggal lahirnya. Sejak berusia dua tahun dia tinggal di panti. Itu pun setelah dia ditemukan terlantar di stasiun kota selama dua hari tanpa identitas maupun orang tua yang mencarinya. Seseorang mengatakan dia sengaja ditinggalkan disana. Tapi Renjani ingin mempercayai bahwa ada sesuatu yang terjadi hingga orang tuanya meninggalkannya dia disana.
Sejak kecil hingga dewasa, Renjani berteman dengan Celine, putri tunggal donatur panti asuhan yang sering berkunjung dan mengajaknya bermain. Mereka tampak seperti kakak-beradik. Renjani selalu bertindak menjaga dan melindungi Celine, sehingga orang tua Celine pun sering memberi banyak hadia baik untuk panti maupun untuk Renjani pribadi. Bahkan atas permintaan Celine, mereka pun bersekolah di sekolah yang sama dari sekolah dasar hingga menengah.
Renjani yang merasa diperlakukan seperti bagian dari mereka merasa memiliki hutang Budi. Hingga bertahun-tahun kemudian saat Celine melakukan hal fatal yang merusak masa depannya, Renjani bersedia mengorbankan diri.