Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Daena selalu percaya bahwa rumah adalah tempat seseorang diterima tanpa syarat.
Sebagai anak tunggal dari istri ketiga seorang juragan tanah, ia tumbuh di tengah keluarga besar yang penuh kasih. Istri pertama menyayanginya seperti anak sendiri, saudara-saudara tirinya melindunginya, dan hidup terasa hangat meski mereka berasal dari ibu yang berbeda.
Namun semuanya runtuh ketika istri kedua membawa kabur sebagian besar harta keluarga.
Ayah Daena jatuh sakit hingga meninggal dunia. Kuliahnya terhenti. Keluarga yang dahulu dipenuhi tawa berubah menjadi medan perebutan warisan. Orang-orang yang pernah memanggilnya adik mulai memandangnya sebagai bagian dari kehancuran yang tidak bisa mereka maafkan.
Demi menyelamatkan keluarganya dari utang, Daena dipaksa mengubur cinta pertamanya dan menikah dengan seorang pria yang nyaris tidak dikenalnya. Pernikahan itu bukan akhir penderitaan, melainkan awal perjuangan baru ketika keluarga suaminya berharap pada kekayaan yang sebenarnya sudah lenyap.
Bertahun-tahun kemudian, saat hidupnya kembali berada di ujung kehancuran, seorang pengacara datang membawa kabar tentang hak waris yang selama ini disembunyikan.
Haruskah Daena memperjuangkannya demi masa depan anaknya?
Ataukah ada luka keluarga yang terlalu dalam untuk disembuhkan, bahkan oleh waktu dan permintaan maaf?