Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di lantai tujuh gedung kantor pusat, jam tiga sore bukan sekadar waktu istirahat bagi Sara. Itu adalah sebuah ritual. Di antara aroma kopi yang mengepul dan keheningan pantry, ada debar yang tumbuh tanpa perlu banyak kata. Bagi Sara, kehadiran Rio adalah rasa "pulang" setelah bertahun-tahun ia membiarkan hatinya busuk karena masa lalu. Sebuah sticky note kuning di dinding kubikel sudah cukup untuk mengubah suhu ruangan yang dingin menjadi hangat. Bagi Rio, Sara adalah kenyamanan yang ia inginkan, namun ia terlalu pengecut untuk memilih. Di sakunya ada struk makan siang mewah bersama Nadya, sementara di mejanya ada nasi uduk tulus pemberian Sara. Ia terjebak di antara hidup yang "seharusnya" dan hidup yang ia damba. Namun, rahasia tidak pernah bisa selamanya disimpan di balik pintu pantry. Ketika kenyataan menghantam, Sara memilih cara balas dendam yang paling sunyi: mencabut setiap harapan dan melipatnya kecil-kecil sebelum membuangnya ke tempat sampah. Ini bukan tentang siapa yang menang, tapi tentang sebuah pelukan di atap gedung yang datang terlambat. Tentang dua orang yang sudah pandai berada di tempat yang sama, tanpa benar-benar saling memiliki. "Karena terkadang, diam adalah satu-satunya cara untuk mencintai tanpa harus hancur berkali-kali."