Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di balik tembok Kota Alveria, rahasia kelam terkubur di bawah kabut beracun yang kian membumbung. Kaelen, seorang mekanik muda bernoda oli di tingkatan terendah kota, tak pernah membayangkan bahwa sebuah jam saku perunggu rusak akan mengubah jalan hidupnya. Jam itu milik Maya, peneliti dari Akademi Arsip Dirgantara yang mendadak menghilang usai menemukan dokumen terlarang tentang kota mengapung purba bernama Aethelgard.
Ketika Pasukan Pengawal Pengabuk menghancurkan bengkelnya demi merebut jam tersebut, Kaelen dan Maya terpaksa melarikan diri menggunakan kapal udara rakitan. Di dalam jam saku itu, tersimpan kompas kristal etherium serta koordinat menuju Aethelgard—satu-satunya harapan sebelum Alveria ditenggelamkan kabut. Namun, perburuan ini tak sekadar menembus awan. Dewan Kota yang korup berniat menguras habis energi kristal Aethelgard untuk kepentingan elit, sebuah tindakan yang berisiko menjatuhkan benua melayang tersebut dan menghancurkan kehidupan di bumi.
Berbekal keberanian, kunci mekanis purba, dan kepercayaan satu sama lain, Kaelen dan Maya harus menembus badai serta barikade militer demi membuka gerbang Aethelgard. Apakah mereka berhasil menyelamatkan dua dunia, ataukah Aethelgard hanya menjadi kuburan raksasa bagi impian mereka?