Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Alma hidup dalam keteraturan mutlak. Segala hal—dari target karier kuartalan hingga rencana hidupnya—tersusun rapi dalam spreadsheet digital yang tidak memberi ruang bagi kesalahan maupun kejutan. Bagi Alma, waktu adalah detik-detik yang harus dikendalikan agar tidak terbuang sia-sia.
Sebaliknya, Aldo memandang dunia sebagai kanvas luas yang berjalan tanpa aturan baku. Seniman berjiwa bebas itu hidup mengalir mengikuti angin, menolak segala bentuk kekangan, dan percaya bahwa hidup harus dinikmati apa adanya.
Ketika takdir mempertemukan kedua kepribadian yang bertolak belakang ini di sebuah kedai kopi lokal, benturan hebat pun tak terhindarkan. Pertengkaran demi pertengkaran lahir dari perbedaan prinsip yang kaku, menyeret mereka ke dalam jurang kelelahan mental, ekspektasi keluarga yang mencekik, hingga perpisahan lintas benua yang menyakitkan.
Namun, jarak dan badai kehidupan perlahan meruntuhkan ego keduanya. Alma belajar merelakan kontrol mutlak dan membiarkan hidup mengalir, sementara Aldo memahami arti sebuah komitmen dan batasan yang sehat. Di antara cangkir teh hangat dan biskuit yang tercelup perlahan, keduanya menemukan satu kebenaran sederhana: kesempurnaan cinta bukan tentang menyamakan ritme, melainkan keberanian untuk saling melengkapi di atas kanvas waktu yang terus berjalan.
dua karakter yang jauh berbeda, seperti Utara dan selatan. Bumi dan langit. Tapi mereka berkelindan kisah sehingga tarik ukur diselingi perbedaan kisah, kadang manis kadang nyebelin dan seterusnya. novel ini sangat menggemaskan. ditunggu kelanjutannya. Bravo!