Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Orang bilang dia galak. Orang bilang dia sumber masalah. Tapi di mata gue, dia cuma... lelah." — Aryo, OB.
Devi itu ibarat Carolina Reaper: Mungil, merah merona, tapi sekali digigit pedasnya minta ampun. Bekerja di "Divisi Neraka" membuat Devi berevolusi menjadi wanita tangguh yang sanggup menghajar tiga cowok mokondo sekaligus, tapi gagal total dalam urusan hati.
Cantik? Jelas. Putih, manis, periang? Pasti. Sayangnya, pesona itu tertimbun tumpukan deadline dan nasib sial yang tak berkesudahan. Hatinya sudah membatu, tertutup rapat karena terlalu sering menelan pil pahit dari laki-laki bermasalah.
Sampai akhirnya, ada Aryo. Seorang Office Boy dengan kehidupan sedatar lantai yang baru dipelnya. Aryo bukan pangeran berkuda putih, dia cuma underdog yang diam-diam ingin mengetuk hati batu itu.
Novel ini berisi kumpulan catatan harian dan kejadian random mereka berdua.
Mulai dari tragedi belanja online, aksi heroik melawan debt collector, drama kopi sachet, hingga momen-momen romance tipis di sela-sela jam kerja.
Saksikan keseharian Devi dan Aryo yang kadang bikin emosi, kadang bikin baper, tapi selalu bikin dompet bergetar. Selamat datang di Divisi Huru-Hara!