Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Di kota ini, kebenaran punya harga selangit. Dan gue cuma punya koper kardus serta sepatu diskonan."
Aris adalah anomali di SMA Pelita Bangsa. Siswa beasiswa asal desa dengan mimpi yang dianggap terlalu lancang: memakai jubah hitam dan mengetok palu keadilan sebagai seorang hakin. Namun, di sekolah yang dikuasai oleh Dinasti Wardoyo, kecerdasan Aris adalah ancaman, dan kemiskinannya adalah lelucon yang tak lucu.
Tuju-putra tunggal donatur utama yang merasa memiliki segalanya-memastikan hidup Aris menjadi neraka. Dari makian di koridor hingga perundungan brutal di toilet lantai tiga yang sunyi. Dunia seolah menutup mata, dan hukum tampak bertekuk lutut di bawah saldo ATM tujuh digit.
Namun, Tuju tidak tahu satu hal: Aris tidak sedang menyerah.
Di sebuah kontrakan sempit, Aris sedang menyusun "kasus" terakhirnya. Sebuah jas hitam bekas pemberian Ibunya bukan sekadar pakaian itu adalah "kotak hitam" yang menyimpan bukti kehancuran sebuah dinasti.
Saat kursi plastik merah itu terguling, sidang yang sesungguhnya baru saja dimulai. Karena bagi Aris, satu-satunya cara untuk menjatuhkan vonis mati bagi ketidakadilan adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai barang bukti utama.
Vonis jatuh. Dan kota itu tidak akan pernah sama lagi.
Jika kebenaran harus dibayar dengan nyawa, apakah kau siap mendengarkan suara yang selama ini dibungkam?