Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aneysia Mahira selalu hafal bunyi langkah kaki ayahnya. Jika langkah itu berat dan terseret, artinya sang ayah pulang dalam keadaan mabuk, dan dia harus segera bersembunyi di bawah ranjang sebelum ayahnya masuk ke dalam kamarnya.
"Untuk apa kamu belajar terus?! Mau pamer kalau hidup kamu lebih baik daripada ibu? Dasar anak bodoh, tidak tahu diri, cuma bisa bikin sial!"
Bagi kebanyakan orang, menjadi anak tunggal adalah sebuah hak istimewa karena tak harus berbagi dengan siapa pun. Namun, kenyataan tidak pernah seindah itu. Bagi Aneysia, rumah bukanlah tempat bernaung, melainkan tempat yang penuh dengan serpihan kaca yang siap menggores dan menyiksanya tanpa ujung.