Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Katanya, laki-laki itu pemalas. Miskin. Pemabuk. Bajingan yang meninggalkan istri dan anaknya. Jadi selama dua puluh tahun lebih, aku tidak pernah merasa kehilangan seorang ayah. Aku hanya merasa punya seseorang yang wajib mengirim uang sesekali.
Lalu Ibu meninggal.
Dan suatu pagi, sebuah mobil sedan tua terparkir di halaman rumahku.
Mobil itu dikirim oleh laki-laki yang paling kubenci.
Di laci dashboard-nya tersimpan peta perjalanan. Bukan menuju tempat wisata. Bukan pula menuju harta karun. Melainkan menuju orang-orang yang pernah hidup bersama kedua orang tuaku.
Satu per satu mereka kutemui.
Satu per satu mereka bercerita.
Anehnya, tidak ada cerita yang sama.
Aku berangkat untuk mencari tahu siapa yang selama ini berbohong.
Yang kutemukan justru sesuatu yang jauh lebih rumit.
Barangkali hidup memang tidak pernah sesederhana memilih siapa yang benar dan siapa yang salah. Ada manusia yang tampak jahat dalam satu cerita, tetapi menjadi penyelamat dalam cerita yang lain.
Lalu... cerita siapa yang harus kupercaya? Atau sejatinya hidup bukan tentang percaya atau tidak percaya kisah-kisah yang diceritakan orang lain kepadamu, melainkan bagaimana kau membangun kisah-kisah terbaik tentang dirimu sendiri.