Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tidak semua orang memiliki tempat untuk pulang. Sebagian hanya punya alasan untuk tetap bertahan, walau retak berbagai sisi.
Raka, seorang arsitek lepas, harus terus bertahan hidup dan menjalani hidup sekeras mungkin sambil merawat kedua adiknya setelah kehilangan orang tua mereka. Baginya, rumah bukan hanya sekedar bangunan luas, dengan perabotan mewah, rumah yang dia inginkan adalah tempat yang tetap menyala walau hidup terus berulang kali padam.
Sedangkan Tara hidup dan tumbuh di rumah besar dan megah, tetapi penuh keheningan. Orang tuanya sibuk, sehingga ia telah akrab dengan sepi sejak kecil. Hingga ia terkadang putus asa, lalu semangat lagi penuh ambisi untuk membangun tempat untuk mereka yang ingin pulang.
Keduanya bertemu di sebuah perlombaan desain rumah impian, dua kepala dengan ambisi yang bertolak belakang disuruh bekerja sama dalam satu tim. Tara yang percaya bahwa kesempurnaan detail dan kemewahan material adalah suatu pondasi bangunan rumah, sedangkan Raka percaya bahwa rumah yang nyaman dibangun dengan hati tulus.
Di antara kertas blueprint, ego, dan idealisme yang saling beradu di tengah, mereka akhirnya menyadari satu hal.
Rumah bukan hanya sebuah tempat untuk kembali dan berlindung dari panas dan hujan. Kadang, rumah menjelma seseorang yang membuat hidupmu tak lagi merasa sendirian.
Terkadang definisi rumah yang sebenarnya bukan hanya tempat, melainkan seseorang yang kau sebut rumah.