Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Berapa banyak kepalsuan yang sanggup Anda telan demi sebuah pujian digital? Bagi 2,8 juta pengikutnya, Anya Pramesti adalah potret ibu rumah tangga sempurna yang suci, tanpa pernah tahu bahwa di balik pendar *ring light*, hidupnya hanyalah komoditas bisnis yang dikurasi ketat oleh Reza, suaminya yang sosiopat. Namun, ketika Anya nekat menanggalkan topeng mahalnya demi rasa aman yang ditawarkan oleh Rafi-seorang fotografer jalanan yang ternyata menyimpan agenda rahasia-selembar foto intim yang bocor seketika menjadi pelatuk bagi sebuah sabotase hidup yang mengerikan.
Hanya butuh waktu satu menit bagi internet untuk berubah dari altar pemujaan menjadi ruang eksekusi mati tanpa pengadilan. Diapit oleh suami yang menggunakan tim buzzer untuk menjadikannya iblis moral demi menutupi korupsi korporatnya, dan netizen kanibal yang haus akan tontonan skandal gratis, Anya dipaksa menyaksikan hidup nyatanya diperas habis oleh algoritma.
Novel drama modern yang provokatif ini akan menguliti kemunafikan "cancel culture" dan memaksa Anda bertanya: saat layar gawai Anda bergulir turun, apakah Anda sedang berempati pada sebuah tragedi, atau justru sedang ikut menarik tali gantungannya?