Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di balik pemukiman kumuh yang dipenuhi rumah reyot, utang menumpuk, dan mimpi-mimpi gagal para mantan pekerja migran, sebuah mayat ditemukan membusuk di tempat pembuangan sampah pada kawasan itu. Korbannya adalah Broto, rentenir paling ditakuti di daerah itu.
Kasus itu segera ditangani oleh Jagat Prakoso, seorang detektif 'seleb' yang cukup terkenal. Bersama rekannya yang juga ambisius, Olivia, mereka berdua sepakat bahwa semua petunjuk pembunuhan ini mengarah pada satu keluarga miskin yang hidup di ujung kawasan pemukiman kumuh itu, keluarga Bimadi.
Keluarga Bimadi adalah keluarga yang terdiri dari empat orang di dalamnya. Budi, sang ayah adalah kepala keluarga yang sehari-hari bekerja serabutan entah itu menjadi buruh atau supir. Ruminah, sang ibu adalah biduan berantakan yang terlihat kalut dan tenggelam dalam depresi. Laras, sang putri sulung adalah seorang gadis cantik nan polos yang saking polosnya bahkan kebohongan paling murahan pun selalu berhasil membuatnya percaya. Lalu ada Saka Bimadi, sang putra bungsu yang pendiam dan seolah tidak memiliki kehidupan. Hari-harinya hanya dihabiskan di dalam rumah kumuh itu, atau mengikuti ibunya berpindah dari satu panggung dangdut ke panggung lainnya saat wanita itu bernyanyi hingga larut malam.
Apakah benar keluarga Bimadi adalah dalang dari pembunuhan paling brutal di kawasan pinggiran kota itu? Atau justru keluarga Bimadi hanyalah korban dari suatu keadaan yang tidak menguntungkan dan menyudutkan?