Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Betapa mudahnya kita memuja ibu sebagai simbol pengorbanan dan mengultuskannya sebagai simbol kesetiaan, tetapi kita sering lupa, atau bahkan enggan mengakui bahwa seorang ibu juga bisa remuk. Di dalam rumah besar Wisma Astana, Ratih dituntut anak-anaknya untuk terus hidup dalam kesepian demi menjaga status sosial dan nama baik keluarga besar peninggalan almarhum suaminya, Baskara Atmadja. Namun, ketika hidupnya terasa makin hampa, Ratih memilih mengambil keputusan besar, menikah lagi dengan Kamajaya, seorang seniman sepuh yang mampu memahami dan memberikan ketenangan di masa tuanya. Keputusan jujur ini seketika memicu badai besar. Anak-anaknya bersekutu melakukan boikot senyap untuk mematahkan mental sang ibu, memaksa Ratih berdiri di batas tabu untuk memilih antara tunduk pada tuntutan keluarga dan tekanan sosial masyarakat, atau mempertahankan hak atas hidup di sisa usianya.