Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Rindu macam apa yang menyerbu tanpa membawa kenangan?" "Mungkin itu rindu yang sedang menuntun pada pemiliknya. Jadi, ayo kita temukan siapa pemiliknya." --------------- Lyrae Andormeda (20) tidak menyadari kalau dirinya kehilangan seluruh kenangan tentang sosok seorang ibu dalam ingatannya, Luna (44). Kondisi itu semakin memburuk ketika setiap kali terbangun, ia terbangun pada ingatan masa lalu. Keadaan itu membuat papa-nya, Angkasa (48) merasa rahasia kecil yang selama ini ia sembunyikan, dengan tujuan untuk menyelamatkan putri semata wayangnya itu justru berdampak membahayakan.
Tapi, apa yang disembunyikan selalu menemukan jalan untuk menunjukkan keberadaannya, bahkan dengan cara yang paling tidak masuk akal sekali pun seperti. . . "mimpi-mimpi" yang datang secara acak untuk menuntun kenangan-kenangan yang hilang agar kembali pada pemiliknya.
Kini pertemuan tidak sengaja dengan ORION (20), teman dekatnya dari semasa Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas, seakan menjelma memory cadangan yang membantu Lyrae menemukan kembali ingatan-ingatannya yang hilang tentang Mama-nya dengan lebih cepat. -------------------- "Hai Ma, bagaimana jika aku rindu?" "Maka, kenangan menjadi satu-satunya lawan yang sepadan untuk menghadapi rindu. Sudahkah kamu menghadapi rindu dengan berani? Bukankah Mama menyiapkan banyak amunisi untuk kamu melawan rindu?"