Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di balik keindahan kabut yang selalu menyelimuti Desa Cemara Lawang, tersembunyi rahasia kelam yang dikubur selama seratus tahun. Setiap 50 tahun sekali, desa ini melakukan upacara sakral bernama Penyempurnaan Jiwa — sebuah tradisi yang konon menjaga keseimbangan alam, namun di baliknya tersimpan jejak pembantaian massal yang menghapuskan satu kelompok masyarakat utuh dari catatan sejarah.
Ketika Arka, seorang peneliti sejarah yang skeptis, datang untuk meneliti naskah kuno yang ditemukan secara tidak sengaja, ia tidak menyadari bahwa ia baru saja melangkah ke dalam perangkap yang telah disiapkan sejak lama. Warga desa bersikap dingin dan penuh rahasia; pemimpin adat tampak menyembunyikan sesuatu di balik senyum ramahnya; dan sosok bertopeng yang bergerak di kegelapan mulai membunuh satu per satu orang yang berani bertanya.
Di antara pertempuran fisik, pengejaran di hutan lebat, dan teka-teki yang tertulis dalam simbol-simbol kuno, Arka harus membedakan mana kawan dan mana lawan. Karena kenyataan yang ia cari ternyata bukan sekadar sejarah, melainkan takdir yang menuntut nyawa sebagai bayarannya.