Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aleandra dan Randy adalah reporter dari program "Kamu Takut", sebuah acara yang mengangkat kisah bangunan kosong dan kota-kota yang telah lama ditinggalkan. Mereka terbiasa berjalan di antara dinding retak dan lorong sunyi, membuktikan bahwa ketakutan hanyalah cerita.
Namun pulau yang kali ini mereka datangi berbeda. Tak ada sambutan. Tak ada suara ombak yang menenangkan. Hanya kesunyian yang terasa. . . terlalu sadar akan kehadiran mereka. Sejak malam pertama, Aleandra mulai mendengar suara anak kecil di penginapan—lirih, seperti memanggil, lalu menghilang saat ia mencoba mencari sumbernya. Randy menganggapnya lelah. Sampai suatu malam, ia sendiri mulai berbicara dengan suara yang bukan miliknya, sesuatu di pulau itu seperti menunggu, dan sesuatu itu tidak ingin mereka pergi.
Di tengah keganjilan yang semakin tak terjelaskan, muncul pula sekelompok orang asing yang diam-diam menyusuri pulau dengan tujuan yang tidak pernah mereka ungkapkan. Mereka mencari sesuatu. Sesuatu yang terkubur. Sesuatu yang mungkin seharusnya tetap tersembunyi.
Ketika batas antara kenyataan dan bayangan mulai memudar, Aleandra menyadari satu hal: Pulau itu tidak mati. Ia hanya. . . menyimpan. Dan setiap rahasia selalu meminta tumbal.