Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Raka tinggal di Kamar Nomor 3 sebuah rumah kontrakan tua. Ia bukan pemilik rumah. Bukan kepala keluarga. Bahkan bukan penghuni paling lama. Namun ketika uang sewa mulai menunggak dan pemilik kontrakan mengancam mengusir semua orang, Raka terpaksa membantu mencari penghuni baru. Yang datang ternyata bukan orang-orang biasa. Ada debt collector yang harus menagih Raka. Perempuan yang kabur dari suami. Pekerja hiburan malam yang menyembunyikan pekerjaannya dari keluarga. Pemuda yang tidak lagi diterima di rumahnya sendiri. Mantan buruh pabrik yang kehilangan tabungan karena judi online. Pengemudi ojol yang selalu bercanda meskipun cicilannya menumpuk. Dan pensiunan guru yang hanya ingin mendengar suara orang lain di balik dinding kamarnya. Mereka tinggal di bawah atap yang sama. Bertengkar soal kamar mandi, listrik, makanan di kulkas, suara televisi, keyakinan, pilihan hidup, dan siapa yang terakhir memakai gas tanpa menggantinya. Sampai suatu hari, debt collector yang tinggal di kontrakan itu menerima tugas baru: menagih Raka. Pertengkaran mereka direkam dan menjadi viral. Sejak saat itu, semua rahasia mulai terbuka. Orang-orang datang untuk membuat konten. Tetangga datang untuk bergosip. Masa lalu datang untuk menagih. Dan pemilik kontrakan datang membawa surat pengosongan. Di rumah yang tidak dimiliki siapa pun itu, orang-orang yang dianggap gagal oleh dunia perlahan belajar bahwa keluarga tidak selalu dibentuk oleh darah. Kadang keluarga terbentuk dari orang-orang yang tetap menyisakan tempat di meja makan, meskipun hidup mereka sendiri hampir tidak menyisakan apa-apa.