Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Perih dan seperti terbakar. Nicha menatap pergelangan tangannya.
"Aku takut, pasti menyakitkan. Tapi, ini cara yang paling cepat."
Perempuan itu bicara sendiri di ruang pribadinya. Sebuah kamar berdinding warna tosca yang sangat tenang dan damai. Nicha selalu suka dengan kamarnya sampai hari ini tiba.
"Kalau dia ingin menguasai semuanya, biar saja aku yang jangan pergi."
Kali ini meski takut Nicha mengiris lebih dalam di sisi tangan yang sama. Perih dansedikit terbakarlagi, tapi kali ini Nicha menahannya.
Warna merah sudah membasahi seprei di tempat dia duduk bersandar. Beberapa kenangan indah dia munculkan sehingga senyum mengembang di wajahnya yang berkeringat dingin.
Ruang IGD cukup riuh hari itu, dan ketika ambulance sampai di sebuah rumah sakit terdekat, tubuh Nicha langsung di bawa masuk dan dipindahkan, lukanya ditanggani oleh dokter yang sangat cekatan.
"Tidak ada luka di bagian lainnya?" Dokter itu terlihat memperhatikan jahitannya yang sudah selesai.
"Tidak Dok, tapi, pasien kehilangan cukup banyak darah. Saya akan menyiapkan transfusi satu kantong setelah ini." Perawat terdengar mengatakan tindakan lanjutan.
"Oke, selesai dengan baik untuk saat ini. Tapi tetap awasi, pasien seperti ini biasanya cukup sering megulangi kebodohannya." Perawat mengangguk mengerti apa yang Dokter katakan.
Yotha terdengar cukup dingin, dia berjalan melewati selubung tirai yang melingkar di tempat penangganan Nicha baru saja, dia menuju ke lobby setelah melihat sekeliling.
Dia ingin mengumpat, memaki, seseorang ingin menghilangkan nyawanya sendiri sedangkan profesinya begitu berlawanan dengan semuanya itu.