Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Nurhasanah terpaksa mengikuti kedua orang tuanya pindah ke sebuah rumah tua yang berdiri di tengah pemakaman. Ayahnya berkata kepindahan tersebut hanya sementara, tetapi Nur tahu janji-janji seperti itu selalu lebih mudah diucapkan daripada ditepati.
Sejak hari pertama, rumah itu menghadirkan kejanggalan. Ibunya mencium bau bangkai dari semangkuk mi instan, berbicara kepada seseorang yang tak pernah terlihat, dan terus menatap pemakaman seolah sedang menunggu seseorang pulang.
Sepeninggal ayahnya, seluruh beban hidup berpindah ke pundak Nur. Ia harus mencari nafkah, mengurus kebun, dan merawat sang ibu yang perlahan kehilangan ingatannya. Rumah tak pernah diam. Akar selalu punya cara untuk mencari tempat baru.
Rumah, makam, dan ingatan sebagai ruang tempat trauma sebuah keluarga terus bercecabang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam sastra gotik perspektif Marianne Hirsch, pengalaman masa lalu dapat hidup sebagai postmemory, menjadi sesuatu yang tidak dialami secara langsung, tetapi begitu kuat diwariskan melalui cerita, perilaku, benda, dan kehidupan keluarga sehingga terasa seperti ingatan sendiri. Dalam novel, kematian ayah dan hilangnya ingatan sang ibu, berhadapan dengan sesuatu dari masa lalu yang seolah belum selesai. "Akar selalu punya cara untuk mencari tempat baru" akhirnya bukan sekadar kalimat puitis, melainkan gambaran tentang bagaimana masa lalu dapat menemukan jalan untuk hidup kembali dalam diri keturunannya. Novel ini menjadikan aliran kesadaran atas gothic, bukan semata-mata sebagai kisah tentang makam dan rumah aneh, tetapi sebagai kisah tentang ingatan, kehilangan, dan warisan luka yang terus mencari generasi berikutnya.