Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Fadil Ar Rimbai tumbuh dalam keluarga sederhana di Prabumulih, Sumatera Selatan. Putra Abdul Jabbar dan Zubaidah itu terbiasa menyaksikan orang tuanya berjuang menghadapi sulitnya rezeki, pekerjaan, dan kehidupan. Meski memiliki kemampuan bela diri, Fadil memilih menjadikan agama sebagai kekuatan dan pedoman hidupnya.
Setelah lulus SMA, ia mengambil keputusan besar: meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jawa Timur untuk menuntut ilmu di pesantren.
Di bawah bimbingan Kiai Haji Zulfakar Al-Quthuz, Fadil tidak hanya belajar membaca kitab kuning, tetapi juga belajar menghadapi kehidupan dengan iman dan kesabaran.
Hingga suatu hari, sang kiai memberikan amanah kepadanya: enam pembuka masalah.
Al-Qur'an. Asmaul Husna. Shalat. Selawat. Doa. Dan tawasul melalui amal saleh, ketakwaan, istighfar, serta sedekah.
Namun, apakah enam jalan itu mampu menjadi pegangan ketika Fadil kembali menghadapi kerasnya kehidupan?
Sebab masalah tidak selalu datang untuk menjatuhkan.
Terkadang, masalah adalah cara Allah membuka jalan pulang kepada-Nya.