Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Pada setiap tahun kabisat selalu ada sekelompok remaja yang meninggal dunia tanpa sebab dan hal itu sudah berlangsung selama 64 tahun terakhir. Para warga setempat memercayai bahwa hal itu merupakan ulah iblis sebagai sebuah kutukan. Dan katanya, mereka yang dijadikan kurban jauh-jauh hari telah disegel dengan sebuah tanda lingkaran berwarna merah di atas dada kirinya. Mereka pun sudah dipastikan akan meninggal dengan keadaan yang mengerikan. Akan tetapi, Ailin mempercayai bahwa semua hal tersebut, baginya adalah takhayul dan terkesan terlalu mengada-ada, meski sudah tersegel dan sudah menemukan hal yang menjadi tanda terbesar bahwa ia dan teman-temannya sudah terseret ke dalam kematian. Meski ia dan teman-temannya sudah mendapatkan banyak terror dari iblis.
"Ini takhayul, pasti semuanya bisa dijelaskan secara logis."
"Lalu, oleh apa sekelompok remaja mati disetiap tahun kabisat kalau bukan sama iblis, Lin?''
"Kematian puluhan remaja di setiap tahun kabisat mungkin karena virus atau penyakit yang belum bisa ditemuin, pasti ada penjelasan secara ilmiah.''
"Enggak Lin, ini karena iblis dan sebentar lagi giliran kita yang bakal mati!''
Betulkah puluhan remaja yang meninggal dunia di tahun kabisat adalah kutukan dari iblis? Ataukah mungkin betul kata Ailin, bahwa semua adalah takhayul dan akan ada penjelasan secara ilmiah tentang kematian puluhan remaja yang sudah berlagsung selama 64 tahun terakhir ini ? Dan apakah Ailin dan teman-temannya benar-benar akan mati secara mengenaskan?
Premis tentang tahun kabisat dan kematian puluhan remaja selama 64 tahun menghadirkan sebuah misteri yang terasa ganjil sekaligus mengusik nalar. Tanda lingkaran merah di dada kiri menjadi semacam gothic symbol yang mengerikan, karena ia bukan sekadar tanda, melainkan pertanda datangnya kematian. Ketegangan novel ini semakin kuat melalui pertentangan antara rasionalitas Ailin dan keyakinan teman-temannya terhadap kutukan iblis. Elemen horor tidak lahir dari teror supranatural, tetapi juga dari konflik epistemologis antara takhayul dan penjelasan ilmiah. Atmosfernya terasa seperti dark uncanny, ketika sesuatu yang tampaknya mustahil perlahan justru menjadi terlalu nyata untuk disangkal. Setiap ancaman seakan membawa pembaca semakin dekat pada sebuah memento mori, pengingat bahwa kematian bisa datang tanpa memberikan kesempatan untuk bersiap. Nuansa sekolah yang seharusnya identik dengan kehidupan remaja berubah menjadi ruang liminal yang penuh paranoia, darah, dan ancaman.