Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Kali ini aku bukan seorang murid SD lagi. Sudah tidak menggunakan celana berwarna merah lagi. Celananya biru, dong. Keren!"
*****
Begitulah kesan yang kali pertama dirasakan oleh Noel Irawan Nasution di hari pertama dirinya menjadi murid sekolah menengah pertama di sebuah sekolah swasta yang tak jauh dari rumahnya. Sejak kelas 4 SD, ia memang sudah berhasrat untuk segera lulus SD dan menjadi murid SMP.
Rasanya seperti apa menjadi seorang murid SMP? Mengapa terasa beda sekali saat beberapa bulan ia masih menjadi murid SD?
Hmmm... sepertinya hari-hari Noel menjadi murid SMP tidak seindah apa yang berada di dalam kepalanya. Yang terutama Noel harus ingat adalah bahwa dunia SD cukup jauh berbeda dengan dunia SMP.
Ah, mana sebagian teman-teman SD-nya sudah pindah sekolah. Willy ke Kalimantan. Sodo memilih untuk masuk ke pesantren.