Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Di Tengah Ilalang
2
Suka
23,804
Dibaca

Sakit sekali saat melihatnya menangis.

Diana adalah gadis yang manis. Namun, cobaan demi cobaan mendatanginya. Sekolah bukan tempat nyaman baginya. Sedangkan rumah tidak pernah melindunginya.

Tidak ada tempat bersandar dan teman yang bisa dipercaya.

Maka dia hanya bisa menangis.

Sebuah rumah tua di tengah ilalang adalah zona amannya. Di sana ia tidak bisa disakiti, karena tidak ada orang di sekitarnya.

Suatu hari aku memberanikan diri menegurnya. Berbicara dari balik dinding tipis dengan suara lembut dan hangat.

Walau sebelumnya ia takut dan ragu, kini mulai membuka diri. Kami semakin akrab, bahkan saling bercanda dan meledek.

Rasa ingin tahu menghampiri Diana. Beberapa kali, Diana mencoba melihatku dengan masuk ke dalam. Setiap kali pula aku lari dan bersembunyi di tempat yang tidak terjangkau cahaya.

Setiap gagal melihatku, setiap kali pula Diana berkata, bolehkah aku melihatmu?

Aku pun selalu menjawab, jangan.

Tapi kenapa?

Aku buruk rupa. Aku tidak enak dilihat. Semua orang menjauhiku. Takut melihatku. Aku tidak ingin kau seperti itu dan menyakiti perasaanku.

Mendengar itu, Diana tidak bertanya lebih jauh.

Waktu pun berlalu. Persahabatan kami kian erat. Setiap kali berpisah, Diana selalu mengatakan dia tidak sabar menunggu esok. Kebersamaannya denganku adalah saat terindah baginya.

Namun, seiring itu pula rasa ingin tahunya memuncak. Ia ingin melihatku karena dia telah jatuh cinta padaku.

Jangan, ujarku. Aku ini buruk rupa dan tidak sepadan denganmu.

Kali ini Diana tidak puas. Ia memohon, memaksa untuk bisa melihatku.

Akhirnya aku luluh. Dalam hati berharap, Diana mau menerimaku apa adanya. Langkah terseok, aku berjalan keluar dari dalam rumah yang gelap.

Saat itu tidak terlupakan.

Mata Diana membesar dan jeritan keras keluar dari mulutnya.

Aku bukanlah manusia. Aku adalah mahluk penghuni kegelapan. Aku selalu menghindar dari manusia karena aku menakutkan bagi mereka.

Tapi kecantikan paras Diana membuatku memberanikan diri. Aku ingin menghiburnya dan dekat dengannya.

Aku berharap ....

Ah ..., lupakan saja. Aku harus tahu diri. Aku tidak sepadan dengannya.

Sejak saat itu Diana tidak pernah kembali. Aku tahu, dia tidak akan kembali. Sekeras apa pun aku berdoa, tidak akan mengubah hati dan perasaannya padaku.

Kala malam, aku keluar dan menatap bintang yang berpijar. Sudah takdirku untuk hidup sendiri di dalam rumah di tengah ilalang yang sunyi.

TAMAT

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Skrip Film
Menantimu
Muhammad Sastria A
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Flash
Di Tengah Ilalang
Roy Rolland
Flash
Senyum Termanis Abad Ini
Elkanara K.
Novel
Bronze
Jejak Rasa
129_
Flash
bisikan hati di balik topeng
Lukitokarya
Novel
12 Tahun, Tentang Asa Dan Rasa
Indira Raina
Flash
Bronze
Pandaku oh pandaku
Sang Penari Kata
Flash
Aku, Kamu, dan Waktu
Mar Kumbang
Novel
VEX
Athaya Laily Syafitri
Cerpen
SELEPAS
Inggita Hardaningtyas
Novel
Bertemu Tahier
Nasywa Sabrina
Novel
Senyum Windy
Ramayoga
Flash
Love Inadequately
Liza Aprilia Y
Rekomendasi
Flash
Di Tengah Ilalang
Roy Rolland
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Novel
Kisah di Akhir November
Roy Rolland
Flash
Pudar
Roy Rolland
Novel
Wuri: Kutukan Wewe Gombel
Roy Rolland
Flash
Kali Pertama
Roy Rolland
Flash
Fajirah
Roy Rolland
Flash
Jahat
Roy Rolland
Novel
Last Kiss from a Vampire
Roy Rolland
Novel
Cursed on the Witching Hours
Roy Rolland
Flash
Jalan Angker
Roy Rolland
Flash
Tawa Kuntilanak
Roy Rolland
Novel
Fright and Fear
Roy Rolland
Flash
Belum Mati
Roy Rolland
Flash
Serenade
Roy Rolland