Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Berisik
6
Suka
35,898
Dibaca

Malam ini adalah malam istimewa. Lebih istimewa dari yang pernah aku bayangkan.

Fariz, teman sekantorku mengajakku makan malam di sebuah restoran mewah di kotaku, malam ini.

Aku sudah berdandan rapi dan mematut diri secantik mungkin untuk menghadiri undangannya. Tak lama kemudian, dia datang menjemputku.

Kami berdua tiba di restoran. Cukup lengang. Mungkin karena malam ini adalah malam Rabu, bukan malam minggu. Suasana restoran yang ditata apik dengan beragam ornamen Jepang, diiringi lagu pop romantis, membuat suasana malam ini semakin manis.

Aku duduk berhadapan dengan Fariz, teman sekantor yang diam-diam aku jatuh hati padanya sejak pertama kali bertemu di hari kerja. Seusai memesan makanan, kami berdua ngobrol ringan sambil menikmati suasana restoran yang romantis.

“Pa, aku duduk di sana ya?” tetiba saja ada seorang anak kecil berlarian masuk ke dalam restoran lalu memilih kursi yang tak jauh dari tempat kami berada. Di belakangnya berjalan seorang pria dengan langkah santai mengikuti jejak sang anak.

“Ngeng..ngeng….meluncur!” si anak kecil itu sudah tak lagi duduk di kursinya. Anak yang usianya berkisar lima tahunan itu kini telah berada di lantai sambil memainkan mobil-mobilannya. Sementara pria yang mungkin ayahnya itu, hanya tersenyum melihat tingkah polah anaknya.

Anak kecil itu berlarian kesana kemari, asyik dengan mainannya, “Brumm..brummm!” ujarnya asyik tanpa menghiraukan pengunjung yang lain.

Aku mulai sedikit terganggu. Anak ini sudah terlalu heboh, berisik sekali. Suasana romantisku malam ini bersama Fariz, tiba-tiba saja sirna karena ulahnya. Ingin sekali aku bilang pada ayahnya untuk menghentikan anaknya berlarian atau menyuruhnya duduk dengan tenang agar tidak mengganggu pengunjung yang lain.

Tak lama kemudian, ayahnya bangkit dari duduknya dan menuju ke arah meja kami. Memang hanya ada kami, dan sepasang muda mudi lain yang sedang makan tak jauh dari meja kami malam ini, selain pria dan anaknya yang berisik itu.

“Mohon maaf jika anak saya mengganggu ketenangan makan Anda malam ini.” ujar pria itu sopan.

“Ibunya baru meninggal sebulan yang lalu karena penyakit kanker otak, dan hari ini dia divonis terkena Leukimia oleh dokter. Saya hanya ingin dia menikmati sedikit waktu yang tersisa untuknya, yang mungkin tak seberapa lama. Saya mohon maaf jika anak saya telah mengganggu acara makan kalian malam ini…” tuturnya dengan sedikit berkaca-kaca.

Mendadak aku merasa sangat bersalah. Anak sekecil itu harus menanggung beban yang begitu berat. Kini aku begitu iba melihatnya. “Maafkan aku Dek yang menganggapmu berisik” sesalku dalam hati. Malam ini aku belajar untuk tidak menghakimi sesuatu hanya dari luarnya saja. Malam ini sungguh istimewa.

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Suamiku Impoten
aas asmelia
Novel
Bronze
Meninggal Usai Talak
Jasmine23Pramestia
Novel
SAYANG TANPA JEDA
Vhira andriyani
Skrip Film
Rice to Meet You (Screenplay)
Muhammad Ghifari Aldiansyah
Flash
Seperempat Abad
Rahma Pangestuti
Flash
Berisik
Melani Kartika Sari
Cerpen
Bronze
27 Mei 2006
Haris Fadilah Hryadi
Novel
Bronze
10 Tahun
Sri Rokhayati
Novel
Tiga Hati Satu Cinta
Farasha
Flash
Percakapan di Atas Gedung
Cheri Nanas
Flash
Balon
Nunu Azizah
Flash
Oarfish
Renaldy Naldyn
Novel
Arwah Cinta Van der Ham
Ikhwanus Sobirin
Novel
La Chica (Gadis itu)
Fitri Handayani Siregar
Novel
No more darknes
Fasya aditya
Rekomendasi
Flash
Berisik
Melani Kartika Sari
Flash
Kisah Sepasang Sepatu
Melani Kartika Sari
Flash
SEMU
Melani Kartika Sari