Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Horor
Tawa Kuntilanak
9
Suka
16,648
Dibaca

Namaku Susan. Saat ini aku duduk di kelas 11 di sebuah sekolah menengah swasta di Serang. Aku adalah anak yang biasa-biasa saja. Tidak cantik dan juga jelek. Aku juga selalu mendapatkan nilai rata-rata pada setiap pelajaran di sekolah. Satu-satunya yang tidak biasa dariku adalah rumahku yang berdiri di bawah naungan pohon mati.

Aku tidak tahu, apa nama pohon yang ada di halaman rumahku itu. Pohon itu tinggi dengan batang ramping dan memiliki ranting-ranting kecil yang tajam.

Banyak orang mengatakan ada kuntilanak yang tinggal di pohon itu. Kala ada yang melewati rumahku saat lewat tengah malam, mereka melihat sesosok perempuan yang mengenakan gaun tidur yang terseret di tanah di dalam naungannya.

Aku tertawa saat mendengarnya.

Mana ada sih kuntilanak?

Walau begitu, di dalam hatiku, aku tetap merasa takut.

Sering dikatakan, saat-saat yang menakutkan adalah antara pukul dua malam hingga pukul empat dinihari. Pada saat-saat itulah, bahkan seseorang yang gemar begadang pun akan terlelap. Namun sialnya, pada jam yang menakutkan itu, aku terbangun dari tidur.

Aku tidak terbiasa bangun saat dinihari. Namun, malam ini aku ingin sekali buang air kecil.

Kamarku terletak di sebelah kiri rumah dengan jendela menghadap ke arah pohon besar itu. Biasanya aku selalu menutup tirai. Sayang malam itu aku terlalu lelah, sehingga langsung tertidur saat kepalaku menyentuh bantal.

Aku pun melihatnya!

Aku melihat ada perempuan bergaun putih tengah menyisir rambutnya, duduk di batang pohon yang tinggi. Perempuan itu menyenandungkan sebuah lagu yang belum pernah kudengar sebelumnya. Nadanya aneh dan tidak biasa. Seperti bukan sesuatu yang dikarang manusia.

Aku menjerit, Cukup keras hingga kuntilanak itu mendengarnya. Setan itu membalikkan tubuhnya dan menatapku dengan mata dinginnya yang terlihat nyalang dan marah. Kemudian, kuntilanak itu tertawa. Tawa itu terdengar manis namun tidak enak di dengar.

kuntilanak itu melayang turun dan mengetuk-setuk jendela kamar tidurku dengan jemari tangannya yang panjang dan kurus. Seperti dihipnotis aku membuka jendela. Membiarkannya masuk ke dalam dan mencekikku hingga aku mati kehabisan napas.

Namun, aku tidak sepenuhnya tiada.

Aku masih ada di dalam kamarku, berkeliaran dan bermain di dalam ruangannya yang telah kosong.

Sudah lama keluargaku pindah entah ke mana. Meninggalkanku sendiri dengan si kuntilanak yang masih berkeliaran di halaman. Aku masih takut dengannya. Tapi dia tidak bisa menyakitiku lagi. Rumah ini adalah kekuasaanku. Mahluk halus lain tidak bisa masuk ke dalam. Akan terus seperti itu, selama aku mendapatkan energi. Rasa takut adalah energi bagiku. Aku hanya ingin tetap ada. Aku tidak ingin keberadaanku hilang.

Aku tidak salah. Iyakan?

Saat ini, aku tengah memandang wajah seseorang. Dia adalah seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Dia adalah penghuni kamarku yang baru.

Aku akan menunggu dengan sabar. Aku akan terus menatapnya. Aku akan menunggu hingga ia membuka matanya seperti sekarang. Aku pun merasa senang saat ketakutan memenuhi wajahnya. Aku tertawa semakin keras saat ia menangis dan terkencing-kencing di atas kasurnya.

Aku memang sangat berbakat dalam menjalani jati diriku yang sekarang. 

TAMAT

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Tawa Kuntilanak
Roy Rolland
Novel
Bronze
Balian
Bakasai
Cerpen
Aku dan Hantu Fyodor Dostoevsky
Galang Gelar Taqwa
Flash
Sam
hyu
Flash
Fame
Damia Nur Shafira
Cerpen
MURDER OF STEPBROTHER
indahitusenja
Cerpen
Bronze
Agus: Kutukan di Balik Gelap
Nyaa ko
Novel
Gold
Misteri Sanggar Cinta
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Novel
Drowning in Blood
Zhein24Art
Novel
Perawan Tak Boleh Pulang
I. Majid
Flash
Fajirah
Roy Rolland
Cerpen
Bronze
Nada Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Flash
Pohon Kematian
Desi Ra
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Flash
Tawa Kuntilanak
Roy Rolland
Flash
Fajirah
Roy Rolland
Flash
Jalan Angker
Roy Rolland
Novel
Cursed on the Witching Hours
Roy Rolland
Flash
Di Tengah Ilalang
Roy Rolland
Flash
Belum Mati
Roy Rolland
Flash
Saat Benar Jadi Salah
Roy Rolland
Flash
Serenade
Roy Rolland
Flash
Kali Pertama
Roy Rolland
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Novel
Fright and Fear
Roy Rolland
Novel
Last Kiss from a Vampire
Roy Rolland
Flash
Jahat
Roy Rolland
Flash
Pudar
Roy Rolland
Novel
Kisah di Akhir November
Roy Rolland