Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
REMEMBER
8
Suka
27,039
Dibaca

Sang surya telah berada di titik tengah peradabannya, sungguh sangat terik dan menyilaukan. Saat ini, aku terpaku di ruangan kecil pribadiku, tempat yang sangat nyaman biasa aku mengeluh sendiri tanpa satu orang pun yang tahu, kecuali aku dan Allah yang tahu.

Aku duduk di kursi meja belajarku dan termenung mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat menjadi perempuan yang paling bodoh karena mengejar cinta seorang lelaki yang ku suka yaitu Riko (adik kelasku), hingga aku menjadi mata-mata medsosnya dan menjadi penggemar rahasianya yang membuatnya resah sepertinya.

Aku sempat bertanya pada sahabatku perihal pendapatnya tentang 'jika seorang perempuan yang mengutarakan perasaannya duluan pada lelaki yang perempuan itu suka', bagaimana pendapatnya?

"Tante, kalau suka bilang saja. Sekarang udah jaman cewek nembak cowok duluan." Terang Ayu, sahabatku yang kebiasaannya manggil aku 'tante'.

Aku ingat juga saat aku tanya hal sama pada teman sekelasku dan jawabannya sangat bertentangan dengan jawaban sahabatku.

"Eh, apa sih Septi, harusnya cowok yang nembak cewek duluan. Kalau sebaliknya malah itu hal yang bodoh!" Jawab Maudi, teman sekelasku. Dua pendapat itu yang selalu memacu otakku untuk berpikir keras menghadapi gejolak dalam hatiku. 

Aku memang perempuan plin-plan yang akhirnya kehilangan kesempatan untuk menjadi kekasih dari lelaki yang ku suka. Namun, kini aku bersyukur karena saat itu aku tidak mengutarakan perasaanku yang sebenarnya pada Riko, karena setelah beradu pendapat di kolom chat medsos pribadi kami dan saat wisuda Riko, aku akhirnya tahu kalau Riko sudah punya teman dekat perempuan lagi setelah putus dari pacarnya, aku lihat foto mesra mereka berdua di link tag akun medsos pacar baru Riko.

Sejatinya aku perempuan yang plin-plan sempat berpikir jika saja saat itu mengutarakan perasaanku yang sebenarnya pada Riko lebih awal, mungkin sekarang aku sudah menjadi kekasih hati lelaki pujaanku itu (yesek deh).

Namun, aku sadar bahwa Riko bukan lelaki yang terbaik yang telah Tuhan ciptakan sebagai jodoh dunia akhiratku. Tuhan datangkan Riko di kehidupanku hanya untuk mendekatkanku pada sang pencipta, yaitu Allah, Tuhanku, aku sangat berterima kasih tentang hal itu.

Saat ini yang hanya bisa aku lakukan hanya mengikhlaskan perasaan dan menunggu jodoh terbaik yang telah Allah tetapkan untukku.

Aku masih termenung dan menggores sebuah tulisan di buku diaryku.

"Di ujung purnama hanya akan ada berkas cahaya yang meneduhkan, tapi tak bisa tergapai. Di ujung senja hanya akan ada kenyataan yang tak mampu merangkul mimpi. Angin berdesis tak mampu menghalau angan yang terlampau tinggi. Hanya ikhlas dan merelakan yang bisa mengobati rasa sakit di hati."

Aku menutup buku diaryku dan menaruknya di atas meja belajar. Aku mencoba merebahkan tubuh di kasur empuk favoritku dan mulai memejamkan mata. Damai sekali...

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (4)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
SESAL
Prihatiningsih
Novel
Love In My Pastry
Sri Lusiawati Indriani
Skrip Film
Nge-Band! 101
Yorandy Milan Soraga
Flash
REMEMBER
Lyinspi
Novel
Sepekan
Boby Anggara
Novel
Bronze
Akar Masalah
yurisa
Novel
Gold
Deessert
Bentang Pustaka
Novel
Pejuang sejati
Bambang Supriono
Novel
Manusia-Manusia Naif Penantang Mara Bahaya (Inspired by True Stories)
Rainzanov
Novel
Si Gadis Kacamata
ArsheilaW
Novel
Bronze
Tuhan, Boleh Ya, Aku Tidur Nggak Bangun Lagi?
Athar Farha
Skrip Film
Anggrek Bulan di Tengah Malam
Noen Indraputra
Skrip Film
Andai Aku Boleh Memilih (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Skrip Film
Cerita Ini Belum Berjudul
Ainun Nisa
Flash
The Wedding Proposal
Safiraline
Rekomendasi
Flash
REMEMBER
Lyinspi
Novel
Relay
Lyinspi
Skrip Film
UNDERCOVER (Kembalinya Pendekar Suling Emas Part 1)
Lyinspi