Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Rencana Karto
7
Suka
33,800
Dibaca

Kemarin dulu.

"Uang tinggal 80 ribu." Istrinya menatap Karto dengan memelas.

Karto tercenung.

"Semoga cukup untuk beras dan lauk dua hari. Dan jajan Agha."

Karto menarik napas. Padahal gajian baru lewat dua minggu. Apa daya uang kontrakan dan cicilan bekas biaya rumah sakit ibunya sudah menghabiskan hampir semua angka gajinya.

***

Kemarin.

"Sisa uang, 20 ribu." Karto mengusap wajah istrinya. Di wajah perempuan itu masih ia temukan kesabaran, meski cobaan hidup berkali-kali menamparnya, membuatnya terus bertahan dan bertahan. Karto tahu ada malam-malam ketika istrinya menangis lirih tanpa suara, sambil tidur membelakanginya. Karto tahu.

"Sabar ya ...."

***

Tuan dan Nyonya sudah berangkat. Rumah hanya diisi Karto dan Mbok Nah, pembantu di dapur.

Karto merasa gelisah, ia sudah memikirkan ini sejak semalam. Tak ada cara lain, memang harus begini.

Karto bolak-balik mengawasi kamar Tuan dan Nyonya. Ada banyak perhiasan dan uang tunai di sana. Mbok Nah itu urusan gampang, perempuan tua itu mudah dilumpuhkan.

Karto meraba pisau lipat di saku celana. Ia menyiapkannya untuk persiapan saja. Untuk membuka brankas majikannya sendiri, ia sudah menyiapkan perkakas sejak kemarin. Ia selundupkan masuk dan ia sembunyikan di balik rak di garasi.

Karto merasa amat gugup. Ia berjalan mendekati kamar majikannya.

Bugh!

Sesuatu menghantam kepalanya keras, membuat Karto limbung. Hal terakhir yang ia ingat adalah rengekan Agha si Bungsu, yang ingin dibelikan buku gambar dan pinsil warna lengkap.

***

Mbok Nah menyeret tubuh Karto. Hampir saja si tukang kebun mengacaukan rencananya.

Akhirnya, ia akan punya uang untuk menebus biaya persalinan cucunya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Minggat!
Aini Sholihatul Mala
Novel
Rich Girl Vs Cupu Girl
Anasthasya Abigail
Novel
Selagi Masih Ingat
Caiden Roux
Komik
In Silence
Adelina Pakpahan
Flash
Rencana Karto
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Bronze
Malam di Bulan November
qiararose
Flash
Waktu yang Berbicara
Lisa Ariyanti
Cerpen
KAMAR NO 7 DAN AROMA LAVENDER
IGN Indra
Novel
Tawa Hujan
Yunita Islamiati
Skrip Film
Si Paling Rebel
diannafi
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Flash
Kutitip Rindu
madiani_shawol
Flash
Bronze
Artis Papan Atas
Ririn Noverawati
Flash
Bronze
Tak Ingin Terulang
Nabilla Shafira
Flash
Memotret Hujan (2)
Rie Yanti
Rekomendasi
Flash
Rencana Karto
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Double Chocolate Cake Girl
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Gadis di Dalam Cermin
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Pemuda Tampan
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Menyetir
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Inem
Irma Susanti Irsyadi
Flash
Latihan
Irma Susanti Irsyadi