Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Keluarga Baru
7
Suka
34,326
Dibaca

Gerimis mulai turun, tapi aku tidak punya tempat untuk berteduh. Setiap kali aku singgah ke sebuah toko selalu diusir dengan cara kasar. Sapu, kayu bahkan krikil pun tak luput menghantam tubuhku. Rasanya sakit tapi mereka tidak pernah perduli. Dengan tertatih aku berjalan mencari tempat untuk menghangatkan tubuh.

Sebuah gubuk tua terbuat dari kardus bekas yang ada di bawah jembatan menarik perhatianku. Aku berteduh dengan tubuh gemetar. Aku mulai menggigil dan kelaparan. Aku berusaha memejamkan mata, melupakan rasa dingin dan lapar.

Aku terjaga ketika seorang anak kecil dan pria dewasa menghampiriku. Mereka ketakutan. Aku berdiri, bersiap pergi jika mereka akan memukulku seperti pemilik toko tadi. 

"Bapak Aya takut," ucapnya pada sang ayah. Aku sadar tempat ini bukan milikku. Aku telah lancang mengambil tempat mereka. 

"Gak perlu takut, Aya." Pria dewasa itu menenangkan anaknya. Pria itu membuka tas usang miliknya dan mengeluarkan sepotong roti. Ia meletakkannya di luar gubuk di atas sebuah kertas penuh coretan. Aku keluar dari gubuk itu dan seketika mereka menjauh. Mungkin aku terlalu buruk untuk mereka anggap teman. Aku selalu sendiri.

Secepat kilat aku mengambil potongan roti itu lalu menjauh dari tempat mereka. Terlihat raut wajah lega saat aku pergi. Mereka pun masuk ke dalam gubuk kecil itu. Aku segera menghabiskan sepotong roti yang mereka berikan.

"Hei, itu milikku." 

Suara menakutkan itu membuat aku terlonjak. Dia datang. Si pemilik wilayah ini datang. Aku segera berlari , melepaskan setengah roti yang tersisa. Aku harus sembunyi sebelum dikeroyok oleh teman-temannya. Dia melahap roti itu dengan rakus. 

Perutku berbunyi, menahan lapar. Aku kembali mencari sisa makanan di tong sampah namun orang-orang kembali mengusirku tanpa belas kasih. 

Hujan sudah reda, air menggenang di mana-mana. Tubuhku masih basah, menggigil kedinginan. Kakiku terus melangkah mencari sesuatu yang bisa dimakan untuk bertahan hidup. Banyak orang berlalu-lalang di jalan raya. Aku menghampiri mereka yang duduk di sebuah warung pinggir jalan. 

Seorang pria tengah duduk di sebuah kursi panjang. Satu kakinya naik ke atas. Sambil menyeruput kopi panas dan pisang goreng ia tertawa mendengar lelucon pemilik warung. Aku mendekat, mencoba mencari keberuntungan. Namun baru saja aku duduk pemilik warung sudah mengusirku menggunakan sapu panjang. Kakiku sakit terkena pukulannya. 

Aku berjalan terseok-seok kembali ke tempat di mana rumah kardus itu berada. Aku terdiam melihat si penguasa wilayah berada di depan rumah kardus itu. Anak kecil bernama Aya itu ketakutan, berlindung di belakang tubuh sang ayah. Aku berlari sekuat tenaga untuk mengusir si penguasa wilayah dari tempat itu. 

"Jangan sakiti mereka. Pergilah!"

Penguasa wilayah menoleh lalu mengeram. Deretan gigi tajamnya terlihat menakutkan. Aku berusaha melawan. Kuperlihatkan gigi tajamku untuk pertama kali. Aku mengeram, berusaha memukul mundur si penguasa. Akhirnya dia pergi, berlari menjauh dari rumah kardus itu.

Aku bisa bernapas lega melihat ayah dan anak itu aman. Aku tidur di luar rumah kardus itu untuk berjaga-jaga.

"Kamu pasti lapar," ucap pria itu dengan senyum tulus. Aku terdiam saat ia memberikan sisa makanan untukku. Aku segera melahapnya dengan rakus.

"Bapak apa boleh anjing ini kita rawat?" tanya Aya.

"Tentu. Mulai sekarang anjing ini menjadi keluarga baru kita."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Keluarga Baru
madiani_shawol
Flash
SUHARSI DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN LUAR BIASA
Maria Cecilia W T
Novel
Restu Bumi
Rayhan Khalid
Skrip Film
AS WE ARE
Ara Segara
Cerpen
Buku Kehidupan Ali
kholifatussaadah
Novel
Zy
Daisy Fuu
Novel
Bronze
Pengantin Kecil Tuan Xavier
karlina wastuni novia
Flash
Bronze
SAHABAT DI MUSIM GUGUR
Christin Meirdhika
Komik
Cinta Bukan Pemeran Utama
Kyriepoda
Flash
Bronze
Pasti ada bagus nya
Eva yunita
Skrip Film
CINTA SINTA KEPADA RAMA TAK TERGANTIKAN
Herman Trisuhandi
Skrip Film
Musim Semi dan Kisah yang Hilang dalam Mimpi
Arini Putri
Flash
Tongkat, Payung, dan Kulit Kacang
Desto Prastowo
Novel
Perjalanan Ranum
Faiqotun Nafiah
Cerpen
Bronze
Taksi & Malam di Jakarta
Habel Rajavani
Rekomendasi
Flash
Keluarga Baru
madiani_shawol
Novel
Hidden Moon
madiani_shawol
Skrip Film
My Lollipop
madiani_shawol
Skrip Film
(Skenario Film) THE PAST
madiani_shawol
Flash
Kutitip Rindu
madiani_shawol
Novel
Bronze
Penyihir Kembar #TopengSihir
madiani_shawol
Flash
Kutitip Rindu
madiani_shawol