Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Penulis yang Patah Hati
24
Suka
29,722
Dibaca

 “Kalau kamu masih mengharapkan bayaran dalam menulis, silahkan minggat dan gulung tikar saja. Jangan berharap kamu akan bersinar cemerlang dalam sekejap. Kamu yang hanya berkedip menatap layar, bingung ingin menulis apa. Hanya membayang-bayangi diri ingin menjadi terkenal.Menulis itu, kamu bersedia mengabdi. Menulis itu persoalan apakah kamu memang menyukai dunianya atau ingin dipandang sebagai penulis saja? Kamu itu sedang berangan-angan. “ Jalan singkat satu-satunya, kamu mesti belajar, tidak membodohi diri- tampar diri lagi.

Hal macam itu yang akan membobrok nalar, mengotori pemikiran penulis dan para penulis muda saja. Tenar dalam waktu singkat siapa yang tidak suka. Anak anjing jika ditawari uang bermilyar-milyaran, ia akan mengangguk. Mudah saja melucuti pakaian penulis, pemikirannya menjadi ambruk seketika. Mengesampingkan nilai, asal terkenal saja tidak memikirkan makna yang ditulis.

Ia mengangguk. Lewat perhelatan bathin.

Malam Hari

Ia menatap layar lagi. Bersikeras bahwa ia mampu menjadi seorang Penulis. Tadi siang ia baru saja menerima panggilan telepon dari Penerbit yang menguliti karyanya habis-habisan. Karyanya yang masih dibilang amburadul, tulisan yang tidak baik, ide yang tidak bagus, membosankan, blablablabla.

Layar komputer masih setia, menyala. Keyboard belum juga disentuh. Matanya berputar-putar. Menulis tak semudah membuat status di sosial media. Menulis tak sekedar bercuap-cuap membabi buta membagikan tulisan tanpa isyarat. Menulis, adalah kesendirian. Jangan berharap pada semut yang akan datang menjamah, atau sekedar menyapa.

Siapa yang mau dihina? Ia tertegun lagi. Menutup diri lagi. Memikirkan lagi. Semalaman Sarah tidak tidur. Tertegun pada mimpinya yang tak jua terkabul.

“Menulis itu mengenai jam terbang, baru sebentar kamu terjun ke dunia menulis, sudah ingin dikenal banyak orang.” Tamparnya lagi.

Sarah tertegun, mematikan panggilan telepon.

Larut malam

Hal mudah yang membuat penulis jatuh, meringsut hingga ke tanah. Sampai-sampai ia tidak segut makan, otaknya menggolak sampai ke ubun-ubun. Sarah berpikir sampai bolak-balik. Sukar sekali menaklukan Penerbit, sukar sekali menjadi Penulis. Sepanjang malam melamuni naskah-naskah yang ditolak. Masih untung email tersebut masih dijawab oleh Para Penerbit.

“Kamu yang hanya berharap Penulis manis-manisnya saja, sana pulang lalu tidak perlu menulis lagi.”

Sarah mengucurkan air mata mengingat kata itu. Lamunannya menerobos beribu-ribu bintang. Matanya masih mencari tahu, bahwasanya penolakan adalah hal yang menyakitkan. Ia boleh saja menyerah. Tuhan tidak pernah melarang. Hidup ini adalah pilihan. Malam itu, dalam kesenyapan, ia hapus semua file dalam kamarnya dan memilih melupakan. Menuruti apa kata Editor untuk gulung tikar.

Selesai

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (15)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Menatap Awan Menggapai Bintang
Rival Ardiles
Flash
Rangga
Affa Rain
Flash
Penulis yang Patah Hati
Khairunnisa
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Novel
Sunshine (Ketulusan, Cinta & Pengorbanan)
Widhi ibrahim
Novel
Gading
Tantan
Skrip Film
Hope
Carolina Betty Br Tobing
Flash
Kembang Api di Jam 2 Pagi
Rumpang Tanya
Novel
Bronze
MR. KRAB
Faiz el Faza
Novel
KETIKA CINTA KEMBALI
Meria Agustiana
Novel
Sanubari
Imajiner
Novel
Love In My Pastry
Sri Lusiawati Indriani
Novel
Gold
KKPK The Magic Book
Mizan Publishing
Skrip Film
Dersik
Ambhita Dhyaningrum
Flash
Bronze
Lebih Jenjang
Yuisurma
Rekomendasi
Flash
Penulis yang Patah Hati
Khairunnisa
Flash
Dalam Bayang Bulan
Khairunnisa
Flash
Hasna Jasmine
Khairunnisa
Novel
My Andrean
Khairunnisa
Flash
Catatan Pembunuh
Khairunnisa
Flash
Mangue-ku Mangrove
Khairunnisa
Novel
Kinandita
Khairunnisa
Flash
Dosa dari Surga
Khairunnisa
Flash
Kama
Khairunnisa
Flash
Lina Groningen
Khairunnisa
Novel
Nadir
Khairunnisa
Novel
Manggala
Khairunnisa