Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Radar Seorang Manusia yang Tak Berujung Pulih
37
Suka
16,444
Dibaca

Fajar kala itu menyingsing, membangunkan seorang anak manusia yang tengah terlelap di balik kamarnya. Begitu pula denganku yang tanpa dia sadari akan selalu berada di dekatnya. Namun, aku tak mengerti mengapa banyak manusia membenciku. Bahkan tak ada satupun yang mau menjadi temanku.

"Kemana lagi Aku harus melangkahkan kaki?" Tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. Ingin rasanya aku menjawab, namun ia tak mampu melihatku. Andai ia dapat mendengarku, aku ingin menyampaikan sepatah kata bahwa aku ingin sekali berteman dengan dirinya.

Di hari itu, ku lihat dia melangkahkan kaki ke sebuah meja makan. Di sana, aku dan dirinya melihat seorang ibu paruh baya yang tengah menyiapkan makanan untuk sarapan di pagi hari.

"Faro, mulai sekarang, kamu ngga boleh jajan di luar lagi. Dan sekarang, kamu harus menghabiskan banyak waktu di rumah. Jangan suka main terlalu lama di luar. Apa kamu paham, Nak?" Tanya ibu paruh baya itu.

Faro mengangguk dan memeluk Ibunya. Aku yang mendengarnya pun tersentak kaget.

"Mengapa Ibu Faro melarangnya? Padahal, aku sangat mengagumi sosok Faro yang selalu bisa bergerak bebas dan bisa melakukan hal-hal seperti kebanyakan manusia lainnya. Ah, sungguh membosankan!" Batinku saat itu.

Faro, Ibunya sekaligus aku ikut makan tanpa Ayah Faro karena beliau masuk ke rumah sakit karena terkena suatu penyakit mematikan, entah apa namanya. Setelah makan, Faro pun bergegas ke kamar Ayahnya. Di sana, dia memeluk jaket ayahnya tepat sebelum ayahnya masuk ke rumah sakit kemarin malam. Faro mulai menangis, dan aku di sampingnya berusaha menenangkannya hingga ia terlelap.

Hari demi hari telah berganti, dan tiba-tiba saja Faro terkena demam. Dia juga merasakan sesak di dadanya. Lantas aku dan Ibu Faro sama-sama kebingungan. Aku memeluknya tanpa Ibunya sadari. Sementara Ibu Faro menelpon pihak rumah sakit. Tak lama kemudian, beberapa pihak rumah sakit datang dan melakukan pemeriksaan yang lagi-lagi tak ku ketahui apa namanya.

"Ibu, mohon maaf Bu. Anak Ibu terindikasi penyakit virus covid-19 dan harus segera mendapat penanganan."

Mendengar hal itu, ibu Faro menangis begitu pula dengan Faro dan aku. Petugas itu membawaku dan Faro ke rumah sakit. Di sana, aku menemaninya. Nampak jelas kesedihan di wajahnya, rasa sesak terus menyelimuti dadanya. Aku yang melihatnya merasa frustasi karena tak mampu berbuat apa-apa. Hingga akhirnya, tiba hari dimana aku dan Faro menemui ajal kami. Sebelum kami berdua mati, aku berkata lirih di dalam hati.

"Terimakasih karena telah mau menjadi temanku Faro dan maafkan aku karena kamu harus menanggung penyakit ini karena ku."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (40)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Radar Seorang Manusia yang Tak Berujung Pulih
Rainzanov
Cerpen
Bronze
Itu Bukan Uangmu
Yovinus
Cerpen
Bronze
Gadis Gila dan Ajal
penulis kacangan
Cerpen
Tragedi yang Indah
Adnan Fadhil
Cerpen
Bronze
Kebaikanku, Tak Perlu Kau Bayar
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Uri, Suatu Hari di Ruang Bersalin
Ravistara
Flash
Lembar-lembar Foto di Bangku Taman
Ryan Esa
Flash
Bronze
PINTU MERAH MAROON
Hanan Rafidah
Cerpen
Pesan Cinta dari Semesta
adinda pratiwi
Novel
Menikahi perawan ghoib
yulisaputra
Cerpen
Bronze
Buah yang Berbuah Tiap Tiga Tahun Sekali
Hekto Kopter
Flash
Bronze
Gadis Bergaun Merah
Vena G
Novel
The Game After Married
Mustofa P
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Dalam Tidur
Noer Eka
Rekomendasi
Flash
Radar Seorang Manusia yang Tak Berujung Pulih
Rainzanov
Flash
Kutuk Marani Sunduk
Rainzanov
Novel
Bronze
Caraka Adyuta (Sang Pengembara yang Menyinari)
Rainzanov
Flash
Anak Panah Ke Sebelas
Rainzanov
Skrip Film
LITERATUR BERNYAWA ( SCRIPT FILM )
Rainzanov
Novel
Bronze
Merenda Cinta Di Atas Duka
Rainzanov
Cerpen
Bronze
Di Mana Radar Keberanianku?
Rainzanov
Skrip Film
Semoga Sampai
Rainzanov
Novel
Rajutan Kisah Para Perantau
Rainzanov
Novel
SyaFrei
Rainzanov
Flash
Wesheweshewes
Rainzanov
Skrip Film
Two S and The Balcony
Rainzanov
Novel
Bronze
Literatur Bernyawa
Rainzanov
Novel
Manusia-Manusia Naif Penantang Mara Bahaya (Inspired by True Stories)
Rainzanov
Skrip Film
SEMAPENG (SKRIP)
Rainzanov