Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Dua
4
Suka
34,859
Dibaca

DUA

Usiaku genap dua puluh lima tahun.

Kulihat, tentara Republik itu datang lagi ke rumah bersama Kyai Ma'mun dan Kyai Abdullah. Hari ini, kuberi jawaban atas lamarannya dua minggu lalu.

Sebetulnya, aku tidak tahu harus menjawab apa saat itu. Kyai Ma'mun menganjurkanku untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.

Aku tidak tahan dengan situasi yang terjadi terhadap diriku. Bagaimana keadaanku sehari-hari. Berjalan jongkok, menunduk saat bicara, hanya di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tidak seperti Aminah dan Djajadi, dari anak istri Romo, K.H. Abdul Hasyim, yang pertama, yang diperbolehkan belajar di Europe Larger School, lalu melanjutkan ke sekolah tinggi lainnya.

Aku sebagai anak istri Romo yang kedua, malah diberi tugas untuk memberi makan kuda kesayangan Romo.

"Nduk, kadhosmenopo kendhel?" Suara ibu mengejutkanku.

"Mboten menopo-menopo, Buk," jawabku tersadar dari lamunanku, hampir setiap hari. Hari itu, sambil merapihkan buku dan pena bekal mengaji, aku merenungkan nasibku selanjutnya. Ketimpangan yang kurasakan, membuatku bertekad untuk tidak menjadi istri kedua, seperti halnya ibu.

Saat akan mengaji ke rumah Kyai Ma'mun itulah, aku bertemu dengan tentara Republik. Tatapan kami bertemu tanpa sengaja.

Kini, ia membawaku ke tempat asalnya di daerah Banyumas, tanah yang subur dengan orang-orang ramah yang apa adanya. Keterkejutanku menjadi, ketika seorang wanita membukakan pintu.

"Mas," ujarnya sambil mencium tangan suamiku , tentara Republik itu, kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

"Sinten niku, Mas?"tanyaku kepada suamiku.

"Istriku," jawabnya sambil tersenyum.

Catatan :

*Nduk, kadhosmenopo kendhel? : kenapa berhenti, Nak?

*Mboten menopo-menopo, Buk, : tidak apa-apa, Bu,

*Sinten niku, Mas? : Siapa itu, Mas?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
W R A P P E D
Anantya Ilma
Novel
Bronze
Ganendra
SAKHA ZENN
Flash
Dua
Rifatia
Novel
Guratan Jingga
Claudia Lazuardy
Novel
Batu Nisan Untuk Paman
Topan We
Flash
Sang Penyandera Rasa
Putri Amelia Solehah
Novel
Terima Kasih Ayah, Aku antar ke Syurga Nya
Arwin Suripto
Novel
Bronze
DI TITIK 8760
Dalilah Razan, Rauf Adila
Novel
Bronze
Tikus-Tikus Dalam Otakku
Rifan Nazhip
Novel
CHANTS BENEATH THE CRIMSON SKY
mahes.varaa
Novel
Sidang Terhadap Tuhan
Dimas Hendra
Skrip Film
Halo Hala
Annisa Diandari Putri
Cerpen
Bronze
Pijak, Menertawaimu
ayyy
Novel
Dagaz
Dark Specialist
Novel
Bronze
Rumah Untuk Pulang
icilluis
Rekomendasi
Flash
Dua
Rifatia
Novel
Entres Keprok Bapak
Rifatia
Skrip Film
Ergo
Rifatia
Flash
TAWA
Rifatia
Skrip Film
Fainéant
Rifatia
Flash
Mengundang Tawa
Rifatia
Novel
Dita dan Tanja
Rifatia
Flash
Dusta
Rifatia
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang II
Rifatia
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang (I)
Rifatia
Skrip Film
Di Tanah Bahagia
Rifatia