Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Dua
4
Suka
34,841
Dibaca

DUA

Usiaku genap dua puluh lima tahun.

Kulihat, tentara Republik itu datang lagi ke rumah bersama Kyai Ma'mun dan Kyai Abdullah. Hari ini, kuberi jawaban atas lamarannya dua minggu lalu.

Sebetulnya, aku tidak tahu harus menjawab apa saat itu. Kyai Ma'mun menganjurkanku untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.

Aku tidak tahan dengan situasi yang terjadi terhadap diriku. Bagaimana keadaanku sehari-hari. Berjalan jongkok, menunduk saat bicara, hanya di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tidak seperti Aminah dan Djajadi, dari anak istri Romo, K.H. Abdul Hasyim, yang pertama, yang diperbolehkan belajar di Europe Larger School, lalu melanjutkan ke sekolah tinggi lainnya.

Aku sebagai anak istri Romo yang kedua, malah diberi tugas untuk memberi makan kuda kesayangan Romo.

"Nduk, kadhosmenopo kendhel?" Suara ibu mengejutkanku.

"Mboten menopo-menopo, Buk," jawabku tersadar dari lamunanku, hampir setiap hari. Hari itu, sambil merapihkan buku dan pena bekal mengaji, aku merenungkan nasibku selanjutnya. Ketimpangan yang kurasakan, membuatku bertekad untuk tidak menjadi istri kedua, seperti halnya ibu.

Saat akan mengaji ke rumah Kyai Ma'mun itulah, aku bertemu dengan tentara Republik. Tatapan kami bertemu tanpa sengaja.

Kini, ia membawaku ke tempat asalnya di daerah Banyumas, tanah yang subur dengan orang-orang ramah yang apa adanya. Keterkejutanku menjadi, ketika seorang wanita membukakan pintu.

"Mas," ujarnya sambil mencium tangan suamiku , tentara Republik itu, kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

"Sinten niku, Mas?"tanyaku kepada suamiku.

"Istriku," jawabnya sambil tersenyum.

Catatan :

*Nduk, kadhosmenopo kendhel? : kenapa berhenti, Nak?

*Mboten menopo-menopo, Buk, : tidak apa-apa, Bu,

*Sinten niku, Mas? : Siapa itu, Mas?

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Dua
Rifatia
Novel
versatile
HELLOHAYDEN
Skrip Film
SATIRE
Astri Anggraeni
Skrip Film
KARABINER
yessita dewi
Flash
Bangku Ujian
Sena N. A.
Novel
Bronze
Di Balik Satir Cinta
Imajinasiku
Novel
Bronze
RUMAH REOT 2 (Saudara yang Terpisah)
Sri Wahyuni Nababan
Skrip Film
lius coba bener
John Doex
Novel
Bronze
Anak kolong
Eko Hartono
Novel
SUNRISE
Kala Hujan
Skrip Film
Munajah Cinta (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Flash
BIMANTARA
I | N
Skrip Film
SATU KATA CINTA
Bayu Adityo Prabowo
Novel
DOSA YANG KITA SEBUT KELUARGA
Fasihi Ad Zemrat
Flash
Pagar Laut
snang.tjarita
Rekomendasi
Flash
Dua
Rifatia
Skrip Film
Ergo
Rifatia
Skrip Film
Di Tanah Bahagia
Rifatia
Flash
Mengundang Tawa
Rifatia
Novel
Entres Keprok Bapak
Rifatia
Flash
Dusta
Rifatia
Flash
TAWA
Rifatia
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang II
Rifatia
Skrip Film
Fainéant
Rifatia
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang (I)
Rifatia
Novel
Dita dan Tanja
Rifatia