Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Rumah Untukku
6
Suka
25,326
Dibaca

Bruk!

Pintu tertutup keras, menelan sosok pria yang telah rapi dan wangi. Meninggalkan aroma musk dari parfum yang dipakainya tadi.

Ia pergi tanpa kata.

Ia pergi tanpa pamit.

Bahkan, melirik pun tidak.

Jika banyak orang yang berkata bahwa rumah adalah tempat berkumpul dengan keluarga, menghabiskan sisa waktu dengan kegembiraan yang diiringi riuh rendah tawa seisi rumah, maka tidak dengan rumah ini.

Rumah ini telah berdiri selama tujuh tahun. Hanya ada aku dan Hanan. Berdua kami mengisi bangunan yang terbilang megah berhias perabotan yang mewah. Aku masih ingat saat pertama kali pria itu membawaku kemari demi membina rumah tangga bersama. Mengeja bahagia bersama.

Namun, sudah lebih dari tiga tahun terakhir Hanan mendiamkanku. Tak banyak bicara. Bahkan, saling tatap pun tidak pernah. Sikapnya berubah dingin.

Padahal, sering kali aku memergokinya sedang menatap foto lamaku. Atau, termenung sendiri di tengah malam menghadap bingkai foto besar yang menampilkan foto pernikahan kami. Matanya mengatakan kalau ia rindu, tapi tidak dengan sikapnya.

Jika sudah begitu, pria itu memilih untuk pergi. Sama seperti malam ini. Ia lebih senang membiarkanku sendiri dalam kesunyian. Padahal aku tahu, ia begitu mendamba kehadiranku.

Pukul dua dini hari, Hanan pulang dengan tubuh kuyu. Lelah setelah seharian bekerja ditambah lelah karena memilih menghabiskan waktu di luar.

Kuhampiri pria itu demi menyambutnya pulang. Lagi-lagi, ia berhenti di depan foto yang terpajang di dinding. Menatapnya lama, lalu beranjak ke kamar. Merebahkan tubuhnya setelah membersihkan diri.

Ia berbaring gelisah. Aku mencoba mengusap lengannya, berusaha menenangkan. Tapi apa yang kudapat? Ia menepis tanganku, lalu berbaring miring membelakangi.

"Hanan," panggilku.

Ia bergeming.

"Key, aku rindu," lirih Hanan dengan suara bergetar.

Aku tak bisa membendung air mata. Kutumpuhkan segala rasa yang berkecamuk di dada.

"Jika kau rindu, mengapa kau mendiamkanku?" protesku di sela isak tangis.

Tangis Hanan semakin jelas. Punggung tegap itu bergetar. Napasnya tersenggal menahan isak tangis.

Kucoba untuk memeluknya. Pria itu tak menolak. Aku bisa merasakan betapa hancur hatinya. Betapa rindu yang terpendam itu tak bisa terlampiaskan meski hanya saling bertatap mata.

Aku sadar. Kini aku berbeda. Kecelakaan tiga tahun lalu menjadikanku tak kasat mata. Jangankan Hanan, bahkan aku pun tak bisa menatap wajahku sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
PEREMPUAN PENGGENGGAM CUNDRIK
Tias Yuliana
Novel
Bumantara
Nuel Lubis
Flash
Rumah Untukku
Honey Dieah
Cerpen
Pantang Untuk Mencintai
Nabil Jawad
Novel
Penulis Kecil
Rima Datu
Komik
Sweet Smile
Yoona
Cerpen
Bronze
Ada Aku
Fataya
Novel
Bronze
Memori Sonata
🕯Koo Marko✨
Skrip Film
Dunia Berdua
Nida C
Flash
Bronze
Merindumu
sri asrinti
Novel
Gold
Arjuna dan Kirana
Mizan Publishing
Novel
UNTAIAN MELODI HUJAN
El Garuty
Skrip Film
Sadboi : A Lover of Rain
Priska Amalia
Skrip Film
Ranum
Rizkia Ow
Flash
Hari Ini Bapak Menyemir Sepatuku
Hans Wysiwyg
Rekomendasi
Flash
Rumah Untukku
Honey Dieah
Novel
Bronze
Since You in There
Honey Dieah
Flash
Rangga dan Cinta
Honey Dieah