Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Rumah Untukku
6
Suka
29,530
Dibaca

Bruk!

Pintu tertutup keras, menelan sosok pria yang telah rapi dan wangi. Meninggalkan aroma musk dari parfum yang dipakainya tadi.

Ia pergi tanpa kata.

Ia pergi tanpa pamit.

Bahkan, melirik pun tidak.

Jika banyak orang yang berkata bahwa rumah adalah tempat berkumpul dengan keluarga, menghabiskan sisa waktu dengan kegembiraan yang diiringi riuh rendah tawa seisi rumah, maka tidak dengan rumah ini.

Rumah ini telah berdiri selama tujuh tahun. Hanya ada aku dan Hanan. Berdua kami mengisi bangunan yang terbilang megah berhias perabotan yang mewah. Aku masih ingat saat pertama kali pria itu membawaku kemari demi membina rumah tangga bersama. Mengeja bahagia bersama.

Namun, sudah lebih dari tiga tahun terakhir Hanan mendiamkanku. Tak banyak bicara. Bahkan, saling tatap pun tidak pernah. Sikapnya berubah dingin.

Padahal, sering kali aku memergokinya sedang menatap foto lamaku. Atau, termenung sendiri di tengah malam menghadap bingkai foto besar yang menampilkan foto pernikahan kami. Matanya mengatakan kalau ia rindu, tapi tidak dengan sikapnya.

Jika sudah begitu, pria itu memilih untuk pergi. Sama seperti malam ini. Ia lebih senang membiarkanku sendiri dalam kesunyian. Padahal aku tahu, ia begitu mendamba kehadiranku.

Pukul dua dini hari, Hanan pulang dengan tubuh kuyu. Lelah setelah seharian bekerja ditambah lelah karena memilih menghabiskan waktu di luar.

Kuhampiri pria itu demi menyambutnya pulang. Lagi-lagi, ia berhenti di depan foto yang terpajang di dinding. Menatapnya lama, lalu beranjak ke kamar. Merebahkan tubuhnya setelah membersihkan diri.

Ia berbaring gelisah. Aku mencoba mengusap lengannya, berusaha menenangkan. Tapi apa yang kudapat? Ia menepis tanganku, lalu berbaring miring membelakangi.

"Hanan," panggilku.

Ia bergeming.

"Key, aku rindu," lirih Hanan dengan suara bergetar.

Aku tak bisa membendung air mata. Kutumpuhkan segala rasa yang berkecamuk di dada.

"Jika kau rindu, mengapa kau mendiamkanku?" protesku di sela isak tangis.

Tangis Hanan semakin jelas. Punggung tegap itu bergetar. Napasnya tersenggal menahan isak tangis.

Kucoba untuk memeluknya. Pria itu tak menolak. Aku bisa merasakan betapa hancur hatinya. Betapa rindu yang terpendam itu tak bisa terlampiaskan meski hanya saling bertatap mata.

Aku sadar. Kini aku berbeda. Kecelakaan tiga tahun lalu menjadikanku tak kasat mata. Jangankan Hanan, bahkan aku pun tak bisa menatap wajahku sendiri.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Rumah Untukku
Honey Dieah
Novel
MENGEJAR CAHAYA
Wini Afiati
Novel
Bronze
About You
Song Rinrin
Skrip Film
Triangle
Rizki Ramadhana
Cerpen
Bintang Mati
Galang Gelar Taqwa
Flash
Malibu Nights
Ayumi Zoƫ
Novel
Bronze
Apa Kabar Neina ?
Yadani Febi
Novel
Gold
Barga
Bentang Pustaka
Novel
Loving Rosalie
Bella Armelia
Novel
Cinta Corona
Rizki Ramadhana
Novel
HO'OPNOPONO (I'M SORRY, FORGIVE ME, THANK YOU AND I LOVE YOU
chaidar asqolani achmad
Flash
Jika Waktu Adalah Jarum Jam
Aora Vanderlic
Novel
Putri Sekolah
fabian
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
Absurd
Fani Fujisaki
Rekomendasi
Flash
Rumah Untukku
Honey Dieah
Flash
Rangga dan Cinta
Honey Dieah
Novel
Bronze
Since You in There
Honey Dieah