Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Rafa Pergi ke Surga
6
Suka
18,683
Dibaca

Sepanjang hidupnya, Rafa pemuda yang baik. Selain mempunyai wajah yang enak dipandang—dia tidak mau disebut ’tampan’ karena sombong, meski tak dapat dimungkiri, dia memang tampan—dia punya sifat yang lembut dan penuh welas asih. Dia juga rajin bekerja, riang, serta gembira. Persis Tasya. Sebagai pria bijak bestari, dia selalu menyempatkan diri menonton anime, membaca manga, dan bermain gim yang di Bumi merupakan hobi istimewa karena hanya dilakoni segelintir elit. Namun, sayangnya, di usianya yang masih muda, pemuda berhati mulia ini meninggal tertabrak truk berkecepatan dua kilometer per jam. Satu-satunya hal yang dia inginkan sebelum Maut menjemput adalah dilahirkan lagi di Isekai Harem, tapi dia malah dibawa ke Surga.

Jadi, di sinilah Rafa sekarang, mengenakan jubah putih menyilaukan, lengkap dengan lingkaran halo di atas kepalanya. Pemuda yang berdiri di balik meja resepsionis berkata kepada Rafa yang senyumnya membuat para malaikat dan bidadari—bidadara juga, jatuh pingsan karena terpesona, “Sebab semasa hidup, Anda sering membuat postingan yang membandingkan generasi Anda dengan generasi masa kini, maka kami selaku dewan akhirat, menempatkan Anda di Surga generasi 1990-an, yang mana, sepanjang keabadian, Anda bisa bermain layang-layang, kelereng, lompat tali, engklek, atau Tazoz sepuas hati, seperti yang selalu Anda banggakan semasa hidup,” katanya.

“Tidak ada Internet?”

“Ada. Tentu ada. Anda bisa memakai Internet di PUS—Perpustakaan Umum Surga. Tapi jaraknya cukup jauh, 500 kilometer dari bagian Surga yang Anda tinggali, dan servernya pun dilengkapi Internet Positif yang terinspirasi kebijakan di sebuah negara adidaya di Asia Tenggara, tapi versi kami tidak bisa dijebol VPN, juga tidak bisa dipakai untuk mengakses media sosial, seperti Facebuk, Youtube, dan Twitter—apalagi Twitter—terutama Twitter. Tapi tenang, di sini ada Godtube yang menyiarkan keseharian Surga, kadang ada konser tunggal malaikat yang menyanyikan lagu-lagu surgawi. Syahdu. Anda pasti suka.”

“Gim Internet?” Rafa teringat hal terpenting dalam hidupnya.

"Gim Internet hanya untuk penghuni Neraka,” kata pria di balik meja resepsionis. “Kata Anda, gim Internet itu terlalu vulgar, sarat kekerasan, dan tidak ada faedahnya. Kami setuju dengan Anda. Biar pendosa saja yang memainkannya.” 

Lalu dia mempersilakan Rafa memasuki pintu Surga dan mengutus bidadara kekar tsundere untuk mengantarnya. Rafa berjalan terhuyung tanpa semangat. Terbersit dalam hatinya untuk menyusup ke Neraka suatu hari nanti. Di sana pasti ada gim eroge. Dia rindu waifu-nya.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (2)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Rafa Pergi ke Surga
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Kamis Menangis
Arif Holy
Cerpen
Renang Yang Tidak Menyenangkan
cahyo laras
Flash
Jatuh dan cinta
Reveniella
Flash
Alasan Berteman
Karlia Za
Flash
Penulis Paling Berbakat di Dunia
Rafael Yanuar
Flash
Tiga Hati, Satu Ustaz
Hans Wysiwyg
Flash
Overthinking Bersamamu
Cano
Flash
Lewat Kuburan
Leni Juliany
Flash
SIRKUS HEMAT
Wulan Kashi Dhamar
Komik
Hantu ZamanNow
Naufal ikbar
Komik
Pabo Comic
moris avisena
Flash
Bronze
Kiri, Bang!
Reyan Bewinda
Flash
Minuman itu Bernama Pembersih Lantai
Rahmi Susan
Komik
Balada Budak Korporat
Jay Ryady
Rekomendasi
Flash
Rafa Pergi ke Surga
Rafael Yanuar
Cerpen
Gubuk Kecil di Kota Kuning
Rafael Yanuar
Flash
Penulis Paling Berbakat di Dunia
Rafael Yanuar
Cerpen
Penenun Pelangi
Rafael Yanuar
Flash
Merayakan Tahun Baru
Rafael Yanuar
Flash
Dunia dalam Tas
Rafael Yanuar
Novel
Kesempatan Kedua
Rafael Yanuar
Novel
Jalan Setapak Menuju Rumah
Rafael Yanuar
Flash
Bronze
Gadis Kecil Berkaleng Kecil
Rafael Yanuar
Flash
Clair de Lune
Rafael Yanuar
Flash
Kekasih Hujan
Rafael Yanuar
Cerpen
Tujuh Belasan di Desa Dukun
Rafael Yanuar
Novel
Sampai Jumpa Besok
Rafael Yanuar
Novel
Gerimis Daun-Daun
Rafael Yanuar
Flash
Jalan Sepajang Malam
Rafael Yanuar