Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Drama
Namaku adalah Rumah
11
Suka
39,889
Dibaca

Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kondisiku masih kukuh nan megah. Aku pernah dihuni oleh sepasang suami istri yang baru menikah. Bertahun-tahun kemudian sepasang suami istri itu memiliki tiga orang anak. Di setiap paginya si ibu rumah tangga selalu membangunkan anak-anaknya untuk sekolah, dan yang aku ingat keluarga kecil itu sangat harmonis serta penuh kasih sayang.

Dan ketika ketiga anak mereka telah beranjak remaja, keluarga itu tidak lagi menjadi pemilikku. Sempat tidak berpemilik selama lima bulan, aku merasakan kesepian karena tidak ada hal yang bisa aku amati. 

Tapi kesepianku telah berakhir tepatnya pada tanggal 23 April 1989. Aku memiliki penghuni baru, tidak jauh berbeda dari pemilik sebelumnya. Pemilik baruku adalah keluarga kecil yang juga harmonis hanya saja anak terakhir mereka begitu nakal, malah sang anak pernah membuat jendela yang menjadi bagian dalam diriku pecah karena terkena bola yang anak itu tendang.

Dan seiring berjalannya waktu keluarga itu juga pindah, entah pindah ke mana tapi yang jelas aku cukup sedih karena sudah pasti aku akan kesepian lagi seperti sebelumnya.

Tiga bulan menunggu, aku mendapatkan penghuni baru. Awalnya keluarga itu memang terlihat baik-baik saja seperti keluarga pada umumnya. Namun, saat malam hari ketika para manusia terlelap tidur ada hal mengerikan terjadi.

Salah satu anak mereka adalah pelaku pembunuhan berantai. Ya, anak itu telah membunuh semua anggota keluarganya tanpa terkecuali dan aku adalah saksinya.

Setelah kejadian itu, bertahun-tahun lamanya aku berharap sembari menunggu penghuni baru. Namun, sayang. Aku menunggu hal yang amat sia-sia. Aku tidak memiliki penghuni baru lagi dan untuk kesekian kalinya aku harus bertemu dengan kesepian yang paling aku benci.

Bertahun-tahun tidak berpenghuni, kondisiku menjadi kacau, tidak terawat dan tidak sekukuh dulu. Karena hal itu banyak manusia yang menyangka jika aku adalah rumah yang mengerikan. Seandainya suaraku bisa di dengar oleh manusia, apakah mereka akan kasihan padaku?

Karena keberadaanku yang sudah tidak diharapkan, beberapa hari lagi aku akan dilenyapkan.

"Sayang banget ya, Mah. Padahal rumahnya masih bagus tapi harus dirobohin."

"Iya, Dek. Kalau di renovasi pasti rumahnya makin bagus."

"Iya, Ma. Tapi sayang rumahnya udah angker."

Begitu sekiranya percakapan yang sering aku dengar dari para manusia yang melewatiku. Omong-omong, teruntuk manusia yang pernah menjadi penghuniku, aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah memilihku menjadi tempat kalian untuk menghabiskan waktu juga melewati banyak hal selama bertahun-tahun lamanya, dan terima kasih pula atas kebaikan kalian yang telah memperbaiki bagian dalam diriku yang pernah rusak.

Dan terakhir selamat tinggal semuanya, aku sudah cukup bahagia menjadi tempat berteduh untuk keluarga kecil kalian.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Namaku adalah Rumah
Bluerianzy
Novel
Bronze
Surat Untuk Ayah
Diary
Novel
Gold
Jatuh Cinta ke Angkasa
Mizan Publishing
Flash
REUNI
Rahma Pangestuti
Flash
The Pretender
myht
Cerpen
Bronze
SIM (Surat Ijin Menikahi) Perusahaan.
Yanti suryanti
Novel
Gadis Menangis Mewariskan Luka
Rifin Raditya
Novel
Sekoci Terakhir
S_hayati
Skrip Film
Merasuk
Dewi Yuliyanti
Novel
Penantian Tak Ada Ujung
Sukron Tajudin
Skrip Film
BATAS WAKTU
Ragiel JP
Skrip Film
Calon Istri Ayah
Eko Hartono
Skrip Film
Bagaimana Aku Bertemu Denganmu
Rumpang Tanya
Novel
Polisi vs perampok
hamida kuncoro hakim
Novel
The Best (Boy) Friend
Apriani Riska
Rekomendasi
Flash
Namaku adalah Rumah
Bluerianzy
Novel
Bronze
Violet Athalea
Bluerianzy
Flash
Sepiring Karedok untuk orang tersesat
Bluerianzy
Flash
Hantu di bawah tempat tidur
Bluerianzy
Novel
Bronze
Unconditional Love
Bluerianzy