Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Air Jampi Pak Sardi
1
Suka
8
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Woi!!! Tolol kali, Ya ampun... Heran aku!"

"Kalah lagi kita."

Makian itu berhenti. Sejenak. Pak Sardi lewat membawa tong sampah keluar.

Anak-anak muda itu menekan layar HP dengan cepat dan kasar. HP mereka miring. Suara speaker HP mereka tiba-tiba langsung kecil. Kalah. Menang. Kalah lagi.

Ramai. Malam Minggu kedai kopi itu memang ramai. Anak muda yang tak punya pacar, yang baru pulang ngapel, mereka sama-sama berisik.

Tak ada yang menegur makian mereka. Omongan kotor, mentah, asal bunyi, semua orang tak peduli. Tidak tuli.

Gelak tawa terdengar dari berbagai sudut. Malam Minggu, kumpulan bapak-bapak beranak satu itu bebas sekali melagu.

Pak Sardi, dia mengambil gelas dan piring kotor. Dia melirik ketika seorang tua memukul pantat seorang waitress. Waitress itu tertawa kecil, dengan pukulan manja, memukul bahu orang tua itu dengan lembut.

Seorang waitress memanggil Pak Sardi.

"Pak, tolong nanti air di kamar mandi dicek, ya."

Pak Sardi mengangguk. Pak Sardi hanya membatin ketika air keran di kamar mandi tidak jalan.

Pak Sardi duduk di meja bundar, minum kopi. Di depan mejanya, seorang waitress duduk di kumpulan anak-anak muda. Tertawa, saling menggoda, bercanda.

Di meja sebelah, bapak-bapak tua bicara soal politik dan agama. Di meja belakang, para pekerja cerita soal kerja dan proyek mereka yang mau habis.

Ya. Mau sepuluh, tiga puluh, empat puluh orang di kedai kopi itu, semua topik tetap sama. Ceritanya mungkin beda, ah tidak juga, kadang-kadang satu cerita diceritakan sampai dua atau tiga kali. Pak Sardi sendiri sudah hafal dengan skripnya.

Tempat untuk rileks dari omelan bini, tempat menggoda waitress muda, tempat bebas memaki.

Malam Minggu, sudah jam 2 pagi pun masih ada sekitar dua puluh orang. Para waitress sudah pulang pukul dua belas malam. Jadi, tugas selanjutnya, jaga malam oleh Pak Sardi. Sardi sendiri.

Hingga seorang istri muda datang menjemput suaminya. Laki terus saja berdalih, tak ingin pulang. Ternyata mereka lagi pisah ranjang.

Bini mengejang, mengerang, menangis, tiba-tiba merangkak bagai binatang melata. Kesurupan.

Sontak, tak ada lagi yang nyanyi, yang memaki. Semua sibuk baca doa sambil berdiri. Saat tawa dan tangis seorang bini pecah secara bersamaan, saat itulah para anak muda berteriak memanggil nama Pak Sardi.

"Pak... Tolong, Pak!"

Pak Sardi menegak kopi pahit sampai habis.

"Ambil air."

"Pak, air di kamar mandi habis."

Pak Sardi tak mau memakai air hangat satu teko di mejanya. Air itu punya Pak Sardi. Hanya untuk dia sendiri.

"Pergi, beli air botol."

"Jam segini ada kedai yang buka?"

Pemuda, tiga orang, berpencar mencari toko.

Raungan si bini makin keras. Si laki menahan si bini, takut si bini tiba-tiba lari masuk ke hutan.

Jam 3 pagi, tiga pemuda balik. Masing-masing dari mereka bawa satu air botol.

Pak Sardi mengambil satu botol, menampung air dengan telapak tangan yang menguncup. Memercik air ke wajah si bini. Si bini langsung sadar.

"Ini," Pak Sardi memberi si laki sisa air botol. "Kasih dia minum pas pulang di rumah, sampai habis."

"Terima kasih air jampinya, Pak Sardi."

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Air Jampi Pak Sardi
Duntres
Flash
Bronze
Kamis Oke
Arif Holy
Flash
RIO
Hans Wysiwyg
Cerpen
Me Time
chéri
Cerpen
Sobat Halu
cahyo laras
Flash
Dodo
Seirene🍀
Flash
Wesheweshewes
Rainzanov
Cerpen
Bronze
Kopi 4
syaifulloh
Flash
Dua Karet
catzlinktristan
Cerpen
Pujian Tanpa Nutrisi: Sebuah Biografi
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Bronze
Selebritas RT Sebelas
hidayatullah
Komik
Bronze
YATO & IATO
Animarska
Flash
Bronze
Ciuman
Rere Valencia
Flash
Undangan Rapat Akbar
Lia Heliana
Komik
Bronze
The Fake Family
Agam Nasrulloh
Rekomendasi
Flash
Air Jampi Pak Sardi
Duntres
Novel
Sorot
Duntres
Novel
Tempat Dimana Bintang Tak Pernah Jatuh
Duntres
Novel
Taleweaver
Duntres
Flash
Kata Yang Nomor Satu
Duntres