Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
PELUPA
3
Suka
18
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

"Jelita, nama yang cantik dan manis seperti orangnya," ucap Fahri yang sedang duduk sambil minum kopi di kantin ITE Singapore.

Dari jauh aku melihat seorang wanita yang menjadi buah bibir di collage tempatku menuntut ilmu. Aku perhatikan dia sambil berjalan dengan wajah bingung dan matanya sesekali melihat kertas dan HP yang dipegang ditangan kanannya, sesekali ia tersenyum menyapa pelajar di ITE ini, dan perlahan sosok itu keluar gerbang dan menaiki bus nomor 32.

"Rinso, daia, molto, lavender. Belacan?" ucap Jelita pada diri sendiri sambil lihat HP bingung dengan pesanan yang diberi ibu kantin kepadanya.

"Mungkin makcik mau masak sambal rasa lavender," ucapnya mengada.

Dengan percaya diri dan senyum bahagia Jelita ke fair price ke arah bagian sabun.

"Sebenarnya, Makcik Saida mau nyambal atau cuci baju? Tapi, aku tengok di kantin tak ada mesin cuci,"ujarnya mulai ragu, sampai mutar tiga kali tetap itu yang dibeli.

Singkat waktu.

Jelita sampai di kantin dan ia menunduk sambil dengar ocehan Makcik Saida.

"You teruk sangat punya pendengaran, Jelita. I minta help you for buy benda nak buat sambal ikan bilis cili padi. Bukan cuci baju? Dahlah belacan you tak ambil malah coklat you bawa do ranjang ni," ujarnya kesal.

"Eh, ye betul," jawabku "sorry Makcik."

"Kemarin, suruh beli kecap malah beli oli. Sekarang beli bahan masak malah beli sabun. You ini .... ," Ujar Ujar Makcik dengan nada berat nahan marah, lalu pergi meninggalkan Jelita yang wajahnya datar.

****

Hari ni Isnin sudah satu minggu, aku ikut challenge try memoryku. Juri beri masa satu minggu untuk tahu batas kotak memory peserta dan hasilnya ternyata yang buatku memoryku bermasalah ialah pendengaranku. Saat itu juga setelah selesai seleksi aku langsung pergi ke filter THT dan check telingaku. Dokter kata semua berpunca dari naik Pesawat dan kurang minum air putih.

Fahri yang sedari tadi memperhatikan Jelita ikut prihatin, tepat 30 oktober 2026 Fahri belikan last pendengar dan jam tangan yang ada alarmnya. Sejak saat itu Jelita berubah lebih baik.

"Thank you Fahri,"ucap Jelita dengan wajah merona

"My pleasure My queen," jawabnya singkat.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
PELUPA
Flora Darma Xu
Flash
Bronze
Cinta Di Antara Ayam Penyet
Ghiyas
Komik
Best friend foreverr
ariela Calista antoni
Cerpen
Bronze
Surat Yang Tertinggal Di Warung Kopi
M.RINALDI RIVANO
Komik
Rush
Abdullah Rahman Rahim
Flash
Bronze
Kondom Itu Apa Yan?
Abdi Husairi Nasution
Flash
Pakar Dadakan
Penulis N
Komik
Silly Home
Cradosaur
Flash
Karena Aku Bosan
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Ras Terkuat di Bumi (Mau Kiamat)
AdisCill20
Komik
Bronze
AKU (Anak KUliahan)
Lukfianka Sanjaya Purnama
Cerpen
PETAKA DI RUMAH KARDUS
Aulia Z
Flash
Besok aja
Andhika Meirewanza
Flash
LIDAHMU MEMBUNUHMU
Ratna Arifian
Flash
Kucing Rese!
Tri Wulandari
Rekomendasi
Flash
PELUPA
Flora Darma Xu
Flash
KEROPOK LEKOR BASAH
Flora Darma Xu
Flash
AKU MASIH HIDUP
Flora Darma Xu
Flash
ALAMAK RAYA LAGI! KUE RAYA TAK JADI
Flora Darma Xu
Flash
MELUR
Flora Darma Xu
Flash
JEBAKAN CINTA FILTERS
Flora Darma Xu
Flash
TERLALU CANTIK SAMPAI TAKUT AIR
Flora Darma Xu
Flash
MAAF, SAYA CUTI
Flora Darma Xu
Flash
OCEHAN BAPAK SEPERTI KERETA API
Flora Darma Xu
Flash
THE UNSUNG MELODY
Flora Darma Xu
Flash
ABOUT ME
Flora Darma Xu