Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
"Jelita, nama yang cantik dan manis seperti orangnya," ucap Fahri yang sedang duduk sambil minum kopi di kantin ITE Singapore.
Dari jauh aku melihat seorang wanita yang menjadi buah bibir di collage tempatku menuntut ilmu. Aku perhatikan dia sambil berjalan dengan wajah bingung dan matanya sesekali melihat kertas dan HP yang dipegang ditangan kanannya, sesekali ia tersenyum menyapa pelajar di ITE ini, dan perlahan sosok itu keluar gerbang dan menaiki bus nomor 32.
"Rinso, daia, molto, lavender. Belacan?" ucap Jelita pada diri sendiri sambil lihat HP bingung dengan pesanan yang diberi ibu kantin kepadanya.
"Mungkin makcik mau masak sambal rasa lavender," ucapnya mengada.
Dengan percaya diri dan senyum bahagia Jelita ke fair price ke arah bagian sabun.
"Sebenarnya, Makcik Saida mau nyambal atau cuci baju? Tapi, aku tengok di kantin tak ada mesin cuci,"ujarnya mulai ragu, sampai mutar tiga kali tetap itu yang dibeli.
Singkat waktu.
Jelita sampai di kantin dan ia menunduk sambil dengar ocehan Makcik Saida.
"You teruk sangat punya pendengaran, Jelita. I minta help you for buy benda nak buat sambal ikan bilis cili padi. Bukan cuci baju? Dahlah belacan you tak ambil malah coklat you bawa do ranjang ni," ujarnya kesal.
"Eh, ye betul," jawabku "sorry Makcik."
"Kemarin, suruh beli kecap malah beli oli. Sekarang beli bahan masak malah beli sabun. You ini .... ," Ujar Ujar Makcik dengan nada berat nahan marah, lalu pergi meninggalkan Jelita yang wajahnya datar.
****
Hari ni Isnin sudah satu minggu, aku ikut challenge try memoryku. Juri beri masa satu minggu untuk tahu batas kotak memory peserta dan hasilnya ternyata yang buatku memoryku bermasalah ialah pendengaranku. Saat itu juga setelah selesai seleksi aku langsung pergi ke filter THT dan check telingaku. Dokter kata semua berpunca dari naik Pesawat dan kurang minum air putih.
Fahri yang sedari tadi memperhatikan Jelita ikut prihatin, tepat 30 oktober 2026 Fahri belikan last pendengar dan jam tangan yang ada alarmnya. Sejak saat itu Jelita berubah lebih baik.
"Thank you Fahri,"ucap Jelita dengan wajah merona
"My pleasure My queen," jawabnya singkat.