Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Cuaca yang tak bersahabat tak menyurutkan niat Bagus untuk nongkrong di cafe. Pemuda yang baru lulus sekolah menengah atas tersebut punya satu prioritas.
Ia sampai setelah 15 menit naik motor. Dulunya kafe sangat dekat rumah, tapi beserta keluarga harus pindah. Jadinya kini harus siap sedia modal bensin agar bisa ke kafe. Membuat Bagus kadang bertengkar dengan ayahnya.
Sesampainya di kafe, pemuda yang sudah melamar pekerjaan, tapi tetap bermimpi untuk kuliah tersebut, disambut beberapa kawannya. Yang paling ia perhatikan terutama Chelsea. Gadis manis berambut bondol dengan senyum menawan di pipi.
Seperti biasa ritual pertemuan dilakukan, mereka semua saling peluk sambil menepuk pundak setelah itu tos. Ritual tersebut pun ia lakukan pada Chelsea. Hati Bagus berdesir saat melakukan itu.
Lalu Bagus bertanya pada Fais, temannya yang lain. Fais yang disebut sebagai salah satu orang terkaya di Palangkaraya menyatakan, ia sudah mempersiapkan semuanya. Ia kemudian berbisik pada Bagus, serta beberapa teman yang lain, kecuali Chelsea.
Chelsea yang tidak dibisiki pun penasaran, juga terlihat ngambek. Memang Chelsea yang termuda, di antara yang lain ia baru masuk sekolah menengah atas. Chelsea sendiri adik Angel, kawan nongkrong Bagus dan yang lain.
Saat bertanya dengan nada ngambek, Angel sebagai kakak hanya berkata, "Kalo anak kecil engga boleh ikut campur." Chelsea sempat cemberut sedikit sebelum bilang "Oh." Saat itulah Bagus jatuh cinta pada ekspresi gadis termuda di dalam tongkrongan.
Mereka pun mulai nongkrong bersama, membicarakan berbagai hal. Banyak yang bertanya tentang rencana Bagus untuk kerja dimana, pemuda aktif itu pun mengatakan ia sedang menunggu jawaban dari lamarannya di pom bensin.
Aldo, salah satu teman lain nyeletuk, "Berarti Bagus bisa isi bensin gratis", dan juga harus melayani mereka semua jika isi bensin disana. Bagus mengangguk, menyatakan ia akan melayani mereka dengan sangat baik. Tetapi menepis dengan gaya bercanda soal ia bisa isi bensin seenaknya.
Saat ditanya dimana lokasi pom bensinnya, Bagus sempat freeze sesaat. Alasannya karena sebetulnya ia tidak melamar di pom bensin, tetapi sebagai LC lelaki di salah satu tempat karaoke. Bagus malu karena agamanya yang dianggap paling kuat di tongkrongan, justru harus bekerja di tempat yang mendapat stigma sebagai tempat bermaksiat.
Bagus pun menjawab ia melamar ke kantor pusat, sehingga tak tahu akan ditempatkan di pom bensin mana. Saat yang lain kepo, Aldo yang paling dewasa di antara mereka pun mencoba mengalihkan pembicaraan. Tentu soal rencana kejutan.
Semua menyatakan mereka sudah siap di posisi masing-masing. Lalu dimulailah acara kejutan, lebih tepatnya kejutan untuk Chelsea. Aldo yang terbiasa menjadi master of ceremony memulai aksinya.
Dengan suara serak khas, ia mengumumkan pada pengunjung cafe. Bahwa akan ada aksi band. Beberapa orang naik panggung. Bagus Angel, serta Aldo yang sudah turun panggung pun bertepuk tangan. Semua bertepuk tangan meriah, pun Chelsea.
Chelsea seketika terkejut, saat yang menjadi vokalis adalah Fais. Di luar dugaan suara Fais sangat merdu. Kala itu ia menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Semua bertepuk tangan meriah dari awal sampai akhir lagu, meski lagunya sendiri sangat klise anak muda.
Pun Chelsea yang ikut terpana dengan suara Fais. Ia memang tahu Fais bisa bernyanyi, tapi tak menyangka suaranya bakal sekeren itu. Dan betapa terkejutnya gadis tanggung itu saat Fais mengumumkan bahwa judul lagu tersebut adalah Chelsea.
Chelsea yang diminta naik panggung terkejut dan tersipu. Ia yang polos belum tahu kalau dirinya akan ditembak Fais. Dan saat ditembak di atas panggung, Chelsea langsung menolak. Dengan lembut, ia mengatakan ada cowok lain di antara tongkrongan yang ia taksir.
Bagus berdebar, apakah ia yang Chelsea taksir? Mengingat Chelsea mengakuinya sebagai teman satu tongkrongan yang paling sering ia chat. Bagus melihat Chelsea seperti menengok dirinya, lalu dengan tersipu maju, namun semua tertawa.
Bagus malu, karena mirip karakter Warkop Prambors di film Gengsi Dong. Pria berambut keren itu pun hanya cengengesan. Tak peduli Aldo naik kembali ke atas panggung dan berpelukan dengan Chelsea, dimana Fais sudah ikhlas meski harus menahan malu serta cemburu. Angel pun hanya bisa tertawa melihat tingkah sahabat-sahabat serta adiknya.
Tak terasa waktu hampir pukul 1 dini hari, Chelsea sendiri sudah pulang pukul sepuluh kurang, karena esok ia harus sekolah. Di tongkrongan tinggal tersisa dirinya. Aldo, Fais, serta Angel pun sudah pulang sejak tiga puluh menit yang lalu.
Bagus menerawang ke atas langit, yang entah kenapa tak jadi hujan. Ia memikirkan masa depannya. Pekerjaan yang pasti akan jadi bahan omongan, pujaan hati yang ternyata naksir kawan paling ramah dan humble dan kini sudah jadian, juga bensin yang kosong melompong ketika baru sampai tadi.
Bagus tahu ia harus pulang mendorong motor dari kafe. Jaraknya sekitar lima kilo sebelum sampai ke pom bensin terdekat. Bagus pun berharap, pengalamannya hari ini, bukanlah awal dari hidup yang sial.
Berharap takdir hidup bisa lebih baik lagi, layaknya harapan pemuda dewasa awal. Bukan untuk dirinya sendiri, tetapi demi semua yang ia sayang, termasuk Chelsea, yang kini sudah sah jadi kekasih salah satu kawan nongkrong.
Sepanjang mendorong motor, langit berubah jadi sejuk tetapi cerah. Bagus pun berharap itu semua pertanda baik. Awal dari semua yang manis, lancar, dan indah.