Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Hei!
1
Suka
14
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku sedang menunggu kedatangannya, di bukit ini. Bukit yang tidak terlalu tinggi, masih bisa dicapai dengan kaki-kaki pendekku ini. Dia selalu datang kalau aku panggil "Heeeeeeiiii!" Nah, tunggulah. Tak lama lagi dia akan datang.

Aku tak tahu umurnya berapa, atau siapa namanya. Lelaki itu seperti seorang paman berambut panjang, kakinya juga panjang, tangan dan dadanya sungguh tipis. Dia selalu memakai jas dan celana panjang putih dengan topi putih tinggi bersalut pita merah.

Oh, dia akan datang dari balik awan sana dengan merentangkan jasnya seperti jubah terbang. Hm, aku tak tahu dia sebetulnya terbang atau meluncur jatuh, hihihi.

Kamu tahu? Suaranya lembut sekali seperti awan. Setiap kali dia bicara, seperti ada angin sejuk yang berembus, tapi aku tak pernah kedinginan karenanya. Aku senang bermain dengannya, dia selalu membawaku berayun dari pohon ini, lalu melompati awan-awan di atas sana.

Oh iya, aku lupa satu hal. Untuk bisa menemuinya, Kita harus memejamkan mata, lalu tidur di bawah pohon ini. Ya, dia akan datang di mimpi kita.

 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (3)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Hei!
Aurasinai
Cerpen
Bronze
Gold Case Stays Forever
Nuel Lubis
Novel
We are Different
Ami
Novel
Reaching Hand
allurain
Novel
Bronze
AYUNDA
Permadi Adi Bakhtiar
Komik
My School Life
zara adzkia
Flash
Stepping with you
Reveniella
Cerpen
Bronze
Melodi-ku
Intan Purnama
Novel
Bronze
CINTA MERAH SAGA
Agung Wahyu Prayitno
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Novel
MIKAYLA
Malika Adnan
Cerpen
Bajumu Bau Kopi
egagology
Novel
Aleagra melodi
fahira putri zahra
Skrip Film
Into Your Heart
Nim Azizah
Cerpen
GESER KE KANAN, KEPOMPONG HENDAK TERBANG
talbiatin
Rekomendasi
Flash
Hei!
Aurasinai
Flash
Beb!
Aurasinai
Flash
Seperti Perahu di Tengah Laut
Aurasinai
Cerpen
Bronze
Secangkir Kopi Hitam, Kue Sus, dan Nasi Kuning di Pagi Hari
Aurasinai