Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Amanda terdiam. Ia takut pacarnya mengucap kata "Cukup" Sejak beberapa tahun lalu dirinya dilarang mendengar kata tersebut.
Awal mula terjadi ketika Amanda bermain dengan kata itu untuk mempermainkan monyet peliharaan, David, saat berusia tujuh tahun.
Ia berkata, "Cukup, David" berulang kali dalam kondisi apapun. Seperti misal, ketika monyet itu terus menggerogoti bambu di dalam kandang besar.
Amanda, selain masih kecil, juga tidak tahu, David adalah jelmaan Maha Brahma. Tepatnya brahma yang sedang diuji untuk naik pangkat menjadi Maha Brahma.
Dengan sifat kehewanan yang melekat, dan kuasa istimewa sebagai calon penguasa dunia atas, ia pun mengutuk Amanda.
"Cukup dengan kata "Cukup".
Amanda serta kedua orang tua dan seluruh penghuni rumah terkejut, mereka tidak menyangka monyet bisa berbicara.
Setelah itu David hilang melesat ke udara sebagai cahaya. Ia gagal lulus ujian dan harus mengulang ujian lagi dari awal di semesta berbeda.
Awalnya, Sugiono, kakek Amanda, yang memang bebal tak percaya. Ia pun secara serampangan menyebut kata "Cukup."
Mendadak Amanda batuk darah, juga pingsan. Saat itulah semua tahu bahwa kutukan David bukan hanya halusinasi massal belaka.
Sekarang Amanda berusia enam belas, sudah dewasa, juga sudah memiliki pacar. Ia pun layaknya pemudi lain. Suka K-Pop, suka anime, hang out, dan lain sebagainya.
Tapi jelas, ada yang dihindari, yaitu kata "Cukup". Keluarga besar pun semaksimal mungkin tidak mengatakan kata tersebut.
Pun keluarga lain yang lahir setelah momen horor tersebut. Mereka diperlihatkan video kutukan dari monyet David, yang entah bagaimana ceritanya, dulu bisa terekam di handphone seluruh keluarga.
Supaya tak mendengar kekasihnya mengucap kata "Cukup", Amanda pun meminta maaf dan mengaku bersalah pada sang pacar, yang tahu ia dikutuk oleh kata tersebut. Sebab sebelum menjalani hubungan, Amanda selalu memberi tahu, jika tidak tahu.
Karena, hampir semua orang tahu kutukan tersebut. Video kutukan oleh monyet David dulu diupload di berbagai medsos dan viral di masanya. Kakak Amanda yang berinisiatif mengupload di berbagai medsos.
Awalnya banyak yang skeptis. Tapi setelah mencoba sendiri dan membuat Amanda muntah darah lalu pingsan, pada akhirnya yang skeptis percaya.
Keluarga sempat membawa Amanda ke berbagai orang pintar, tapi semua berkata hal tersebut tidak akan pernah terhapus, karena itu kesalahan Amanda sendiri.
Pacar Amanda yang bernama Roy pun paham. Ia memeluk Amanda, dan berjanji tidak akan mengatakan kata terlarang. Amanda menangis di dalam pelukan Roy.
Ia merasa lelah. Kapan semua akan berakhir, kapan jiwa David memaafkan dan memutus kutukan padanya. Sambil membelai Amanda, dengan isak yang sama perih, Roy berkata dia tidak tahu, pun tak punya kuasa untuk meredam.
Roy berkata, yang bisa dilakukan hanya pasrah. Ia pun berpesan supaya Amanda menjaga lisan dan perbuatan. Supaya semua bisa menjaga diri untuk tidak mengucap kata "Cukup".
Amanda mengangguk di dalam pelukan. Ia berharap hidup bisa berubah, bisa berjalan normal seperti kebanyakan orang. Ia sadar kesalahan tetap kesalahan. Hukuman sudah berjalan.
Saat ini yang bisa ia lakukan hanya pasrah menjalani. Karena Amanda tahu, melawan semesta hanya akan membuat karma buruk terus bertumbuh. Ya, Amanda hanya bisa pasrah. Selamanya pasrah.