Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Self Improvement
Karya Pertama
1
Suka
8
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

‎

‎Laras sejak tadi terus mencari. Ia merasa tulisan pertamanya lebih berharga, ketimbang seluruh karya terkininya yang ia anggap sampah.

‎

‎Perpaduan estetika antara diksi puitis dan plot berkelas. Sejak dulu Laras berpikir, kapan lagi ia bisa menulis seperti itu.

‎

‎Kini tulisannya hanya memenuhi satu syarat saja. Kadang puitis, tapi biasa saja secara plot. Meski orang lain tak menilainya begitu.

‎

‎Terkadang plotnya luar biasa, hanya saja Laras menemukan diksinya terlalu standar. Meski Laras merasa sejak dulu memang itulah kelemahannya.

‎

‎Laras sadar karyanya tersebut dapat membuka luka lama. Tapi ia akan menahannya. Baginya, menemukan emas berduri lebih sepadan, ketimbang terus menguburnya dalam cahaya redup.

‎

‎Laras beranjak dari kursi. Seingat dia tulisan pertamanya itu pernah ia print. Mungkin masih ada di berbagai dokumen yang ia kumpulkan jadi satu.

‎

‎Laras mencari, memeriksa lembaran kertas satu demi satu. Ia terlihat lelah karena sudah tiga puluh menit memeriksa dengan teliti satu persatu, tapi... Hasilnya nihil.

‎

‎Wanita yang kini anaknya memasuki kelas dua sekolah dasar tersebut pun menuju gudang, tapi di tengah jalan ia mengurungkan niat. Ia ingat tak pernah menyimpan dokumen di gudang.

‎

‎Sebetulnya ada beberapa kertas dokumen yang dititipkan di kamar putrinya. Tapi Michelle mengunci pintu kamar. Michelle sendiri sedang sekolah.

‎

‎Michelle mengatakan di kamarnya ada privasi yang tak boleh ibunya lihat. Laras terkadang tersenyum sendiri melihat kelakuan putri semata wayangnya itu.

‎

‎Laras kemudian kembali mencari di pencarian internet. Kali ini ia tidak sekedar mencari di Google. Yandex, Bing, DuckDuckGo, Aio Search, dan lainnya ia telusuri.

‎

‎Bahkan sampai menyuruh kecerdasan buatan untuk mencarikan. Tapi sejauh ini nihil, kecuali Grok yang masih memproses pencarian.

‎

‎Laras merasa karya terbaiknya itu bukan sekedar karya pertama. Ia sadar, itu adalah manifesto pertama dari dasar hatinya.

‎

‎Sebuah pernyataan independen dirinya sebagai wanita, yang tak terkekang oleh pria. Ia masih hafal judulnya, yaitu Kembang Terutama.

‎

‎Memang seperti rancu, tetapi Laras memiliki filosofinya sendiri tentang judul tersebut. Dan Laras menganggap, tak ada hasil karya miliknya yang sekelas Kembang Terutama.

‎

‎Meski luka pasti tergores kembali jika ia membaca karya tersebut. Ketika fase depresi pertama, mulai meregangkan hubungan antara ia dan keluarga besar. Bahkan Michelle tahunya sang ibu sebatang kara.

‎

‎Kemudian ada notifikasi dari Grok. Kecerdasan buatan tersebut telah menemukan harta Laras yang paling berharga. Kembang Terutama rupanya diarsipkan di salah satu situs cerpen era 2000an, dan aksesnya publik.

‎

‎Laras membacanya. Ia tersenyum kemudian menitikkan air mata. Emosinya pun diakhiri dengan menangis tersedu.

‎

‎Sepersekian detik kemudian Laras mulai tenang, meski sebelumnya ia harus menarik napas untuk menenangkan diri.

‎

‎Lalu, Laras menghapus chat box dari Grok. Ia tidak menyimpan Kembang Terutama. Baginya lukanya cukup terbuka sekali lagi saja. Ia kemudian membuat draft, dan mulai membuat karya baru.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Self Improvement
Flash
Karya Pertama
Rere Valencia
Novel
Bilang, Ibu Gak Ada di Rumah
Naufal Abdillah
Flash
Bronze
Aku Hampir Menyerah
Awan ElBiru
Novel
I Am Way Better than You, Nelman
Vyas Cornanila Wahana Putri
Flash
After Nine
Hans Wysiwyg
Flash
Yellow #3
Adel Romanza
Flash
Bronze
Two Divers
Silvarani
Flash
Daur Rasa
lidia afrianti
Novel
Bronze
AKU TAK PERNAH MEMBENCI DIRIMU
Muhammad Abdul Wadud
Flash
Sepotong Daging Premium
Jasma Ryadi
Novel
Bronze
Ruang Untuk Rindu
Diah kurniawati Ade Tenu Kurnia
Cerpen
Bronze
Riana
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
ANAK LELAKI DI ATAS KURSI
Lady Mia Hasneni
Flash
Mother Earth
stillzee
Flash
Tetaplah Melangkah
Rahmi Azzura
Rekomendasi
Flash
Karya Pertama
Rere Valencia
Flash
Bronze
Xeviar dan Malaeohi: Juga Kota-Kota Serta Kehidupan Lain Yang Terlunta
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tanpa Kompromi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Tak Bisa Memilih
Rere Valencia
Flash
Bronze
Prasangka Setelah Tragedi
Rere Valencia
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Flash
Bronze
Yang Kucari Selalu Menemani
Rere Valencia
Novel
Bronze
Berharga
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Flash
Bronze
Roberto
Rere Valencia
Flash
Bronze
Sang Haram
Rere Valencia
Flash
Bronze
Pulang
Rere Valencia
Flash
Bronze
Nakal
Rere Valencia
Flash
Final Piala Dunia
Rere Valencia
Flash
Orang Miskin Itu Sangat Jahat Tapi Mereka Sungguh Baik
Rere Valencia