Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Kesimpulannya langka
Benar, kau langka.
Dalam kenangan terlamaku tentang dirimu. Kau adalah anak kecil yang menggantikan nama seorang kakak kelas yang bahkan tidak spesial. Suaramu pendiam, introvert sama sepertiku. Tapi kau lebih berani, lebih terbuka dan mau bertanya.
Sejujurnya sampai disini, kau belum menarik.
Kau belum menjadi siapa-siapa.
Kemudian pada suatu malam. Kau datang kepadaku. Menanyakan tentang serba-serbi operasional angka. Dan kuakui, dibanding yang lain. Kau itu cerdas. Tidak peduli seberapa besar kau menganggap dirimu sulit mengingat.
Dalam fase ini, kau masihlah asing. Tidak lebih dari sekadar penganggu dalam rangkaian diriku dan temanmu yang juga temanku. Serius, kau dulu serasa penganggu di mataku.
Lalu, apa yang mengikat kita menjadi teman dekat? Jika kau lupa, jawabannya adalah keseimbangan yang hancur. Perpisahan dan keretakan pada temanmu yang juga temanku itu membuat kita saling berpegangan.
Dimulai dari aku sering memanggil namamu. Hingga kita berebut buku tulisan biasa waktu itu. Pertengkaran klasik teman biasa yang tidak jelas dan tidak berfaedah. Itulah gerbang resmi pertemanan diriku dan dirimu.
Babak awal 5 tahun pertemanan kita. Diisi dengan kita yang berangkat bersama meski tidak sekelas. Meski begitu,titik start keberangkatan kita tidak pernah sama. Jika aku berseragam lengkap, kau baru saja bangun tidur. Begitu juga sebaliknya. Tidak pernah klop dalam waktu.
Jadinya, kita selalu bersaing dengan bel sekolah, gerbang, dan guru BK.
Kau orang yang pencemas sedangkan aku orang yang santai. Meski begitu, kita sepakat kalau kita tidak suka panasnya lari-lari berkeliling lapangan dengan terberatkan amunisi buku pelajaran.
Pernah aku berpikir, kau hampir pergi. Tapi kemudian kau kembali. Sejujurnya, aku hampir mengecap ayahmu dengan label orang mencurigakan waktu itu. Maaf kalau aku tiba-tiba lupa wajah ayahmu yang tengah mengurus pendaftaran dengan guru.
Aku suka pendirianmu yang tegar hingga tak terbawa arus. Aku tertawa karena bilang kau akan jadi petani kepiting 5 milyar kemudian mendaki gunung bermodalkan mie tepak. Belum lagi, cosplay kau akan jadi Youtuber.
Kau tahu. Aku benar-benar tidak tahu kau ini apa. Kau begitu baik, kau menarik keluhanmu, dan aku tidak tahu apa isi dari pikiranmu itu. Apa yang kau pikirkan tentangku. Sama-sama teman atau sekadar pengrusuh tidak jelas.
Kau juga humoris. Genre aksi, horor, atau survival akan menjadi humor saat dibaca denganmu. Kita bahkan pernah menertawakan coretan di meja yang menjadi tanda tanya bagi orang-orang.
Bagiku, mempunyai teman sepertimu sama dengan keberanian. Meski ya... aku lebih berani menghadapi hal mistis dibanding kau. Tapi aku tetap saja merasa, kita dapat menjelajahi dunia bersama. Sekadar dari jendelanya saja atau terjun langsung mengarunginya.
Sayangnya, kita belum pernah sempat berwisata bersama ya. Yang ada hanya sekadar rencana yang terasa indah di khayalan saja.
Terakhir kali aku mendapati jejakmu sudah sangat lama. Aku mendapati kau yang telah pergi. Dan kita tidak pernah mengucap perpisahan. Juga tidak pernah bertukar jajaran angka untuk sekadar berkata hai.
Tidak apa-apa. Kau masih segar diingatanku sampai sekarang. Dan kapanpun itu. Aku siap mencarimu untuk menertawakan serba-serbi kisah kita setelah perpisahan. Dan saat itu tiba, mungkin panorama masa sekolah akan kembali hadir. Saat kita masih muda dan menertawakan banyak hal.
Kenapa begitu, ya? Ya...karena kau itu langka. Dan aku tidak mau kehilangan hal langka begitu saja. Pertemanan ini tidak boleh punah.
Oh ya, hari ini ulang tahunmu, lho.
Selamat Ulang tahun - 18 Mei 2026
HBD for you
My Best Friend