Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Komedi
Kronik Tak Beretika #005--Gapura Merah
0
Suka
368
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Semasa sekolah di kejuruan, setiap calon lulusannya akan diberikan tugas kelompok, yakni semacam menyusun makalah versi lite-nya. Kebetulan pembimbing saya adalah wali kelas sendiri. Suatu hari, Pak Pembimbing meminta saya dan anggota lainnya untuk berkumpul di rumah beliau dalam rangka pembagian tugas.

Di hari penentuan, berangkatlah saya naik angkutan umum ke tempat beliau. Waktu itu hanya berbekal ingatan karena saya memang pernah ke sana sekali dibonceng teman. Dan, sebuah gapura merah saya jadikan sebagai penanda karena ikonik.

Begitu sampai, saya segera menuju ke rumah Pak Pembimbing yang dekat dari belokan pertama. Tetapi, sebentar kemudian saya celingukan ke sana kemari.

Loh, rumah Pak Pembimbing kok nggak ada?

Saya pun memasuki setiap belokan yang ditemui. Masalahnya, saya malah tersesat ke sebuah gang yang ramai oleh para santri. Saya akhirnya putar balik ke gapura merah seraya meyakinkan diri bahwa itulah penanda ke rumah Pak Pembimbing. Dan, sekali lagi menyusuri setiap belokan yang ada.

Namun nihil!

Saya pun beristirahat karena kaki sudah kayak jelly Tanpa ponsel dan minim uang saku membuat saya enggak berdaya.

Setelahnya, saya mencoba observasi di sepanjang jalan utama. Hati ini tergelitik saat melihat sebuah gapura dengan warna yang sama berdiri kokoh sekitar satu kilometer setelah gapura merah tadi. Saya memberanikan diri memasuki gang gapura itu hingga sampai pada belokan pertama dan ... taraaa!

Itulah rumah Pak Pembimbing saya!

Saya mau mewek, tetapi mendadak Pak Pembimbing muncul ke teras. Beliau kaget melihat saya berdiri anteng di depan pagar.

"Loh, kok, baru datang? Pertemuannya sudah selesai dari tadi!"

Ya, saya sadar sudah terlambat karena berangkat sebelum siang dan baru menemukan rumah beliau menjelang sore.

Pak Pembimbing menyuruh saya masuk ke rumah, tetapi saya tolak karena ingin segera pulang. Badan lelah, perut meronta-ronta, hati saya juga keki, dan yang terpenting saya mau mengisolasi diri di kamar!

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Flash
Kronik Tak Beretika #005--Gapura Merah
Ayuning Dian
Flash
Bronze
Kamis Menangis
Arif Holy
Cerpen
Bronze
Purnama di atap rumahku
Desy Sadiyah Amini
Cerpen
Sebuah Roti Rasa Kurma
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Kurir Dikira Debt Collector
cahyo laras
Cerpen
Vocalist Ga Sadar Diri
cahyo laras
Cerpen
Ayah Gebetanku Seram
cahyo laras
Cerpen
Bayang-Bayang Masa Lalu
Lukitokarya
Flash
Peri Gigi Marah
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
TUBUH
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Flash
AROMA
KOJI
Komik
Mars Venus Marriage Life
Faridah Amalia
Flash
Sulitnya Mencintai Tuan
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
Pergi Pagi, Pulang Lagi
Alviandromeda | DigitAlv
Cerpen
ATAS NAMA JAMAAH (Pembagian Daging Qurban)
S.S. RINDU
Rekomendasi
Flash
Kronik Tak Beretika #005--Gapura Merah
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #004--Sarang Daun di Pelajaran Sejarah
Ayuning Dian
Novel
Klub Merah Jambu
Ayuning Dian
Novel
Parents-parents Rivalry
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #002--Kekisruhan Celana Olahraga
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #007--Batal Kondangan
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #003--Monyet Pesugihan
Ayuning Dian
Flash
Kronik Tak Beretika #006--Tanda X Dalam Matematika
Ayuning Dian