Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Romantis
Traces Left Behind
4
Suka
922
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Aku mengantarmu sore itu ke bandara. Gerimis tak berhenti sejak malam.

Kamu mengajakku jalan-jalan menyusuri kafe di riverbank bantaran sungai di sisian Peunayong yang hangat, singgah menyesap Vanilla Latte sambil menikmati gerimis dan gemericik alun sungai di bawahnya. "Ini bukan perpisahan, hanya untuk menjaga ingatan dan kenangan," begitu ujarmu saat itu.

Besok kamu berangkat ke Jepang, membawa hatiku. Aku kira kamu hanya akan menjadi teman baikku saja, tapi ternyata hatiku sendiri, dan kamu memintanya lebih dari itu.

"Aku di sana tidak sebentar. Tapi hatiku akan tetap tinggal di sini bersamamu."

"Kamu yakin?" Aku bertanya padanya bukan karena ragu, tapi takut merindu.

Kamu mengangguk dengan mata berbinar. "Aku akan sibuk, memikirkan pekerjaan, kuliah, dan kamu, selainnya tidak."

Aku mengiyakan saja, mengangguk meskipun hatiku berisik. Aku tahu, kamu selalu bisa menyembunyikan air matamu di depanku. Aku lihat titik air matamu di boarding gate, menjelang kepergianmu. Tapi aku tak bisa menahanmu menuju Kyoto University seperti cita-citamu sejak dulu.

"Aku di sini juga akan menyibukkan diri, bekerja. Mengajar akan melarutkan banyak waktuku, begitu juga dengan novel-novel yang harus aku selesaikan seperti janjiku."

"Aku tunggu setiap bulan, novelmu," begitu pintamu saat aku menggenggam tanganmu terakhir kali di bandara.

Genggaman hangat itu lebih terasa seperti perpisahan.

***

Langkahmu ke Narita terhenti selamanya di Selat Malaka, membawa hatimu dan seluruh ceritamu tak pernah pergi jauh dariku.

Aku sekarang sering ke riverbank Peunayong, yang muaranya tak lagi di Selat Malaka, tapi di hatiku yang selalu mengingatmu.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Flash
Traces Left Behind
Hans Wysiwyg
Novel
The Girl Who Only Exists When It Is Raining: And the Days I Waited for Her to Return
Lyneetra
Novel
Bronze
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Flash
Rahasia Ombak Kenjeran
Lukitokarya
Cerpen
Bronze
Everbound
Geumie Jeon
Novel
Bronze
Fragmen Kisah yang Tersisih
May Hatte
Flash
When Love Heal Our World
Hilda Resina
Novel
Bronze
Sampah Di Bulan Juni
Yuni Sarah
Flash
Riang Dalam Hening
Akara Drawya
Novel
Bronze
Our First Love Story
Kazehaya Shin
Novel
Finding Soo
Dya
Komik
Bronze
Pacar Settingan
morningmoonmoon.id
Flash
Cinderella Pencari Jodoh
Leni Juliany
Flash
Tentang Dia
nisaaa
Flash
Bronze
STOP
Shabrina Farha Nisa
Rekomendasi
Flash
Traces Left Behind
Hans Wysiwyg
Flash
Monoton
Hans Wysiwyg
Flash
Jangan Bangunkan Mimpi Ini
Hans Wysiwyg
Flash
SUPERMAN IN-KUMBEN
Hans Wysiwyg
Flash
DIA BUKAN MAVERICK
Hans Wysiwyg
Flash
아이구 Aigoo, Still Re
Hans Wysiwyg
Flash
SEMANGKUK NASI UNTUK AYAH
Hans Wysiwyg
Flash
Pensil Untuk Lira
Hans Wysiwyg
Flash
Bos Kubikel
Hans Wysiwyg
Flash
ORANG DALAM
Hans Wysiwyg
Flash
Kafe Diatas Langit
Hans Wysiwyg
Cerpen
Mencintai Dalam Sunyi
Hans Wysiwyg
Flash
Teman Kamar Baru
Hans Wysiwyg
Cerpen
Jendela yang Pecah
Hans Wysiwyg
Cerpen
The Taste of Destiny-Cita Rasa Takdir
Hans Wysiwyg