Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Flash
Misteri
Lagu Pilihan
1
Suka
646
Dibaca
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Dulu saat aku masih kecil, aku tak sengaja mendapati Ibu sedang menyanyi kecil, sembunyi-sembunyi. Seperti menutupi rahasia besar yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Seperti takut ketahuan oleh siapa pun.

Itu pertama kalinya aku melihat sisi Ibu yang begitu.

Biasanya Ibu selalu tampil anggun dan sangat elegan, banyak diam dan tersenyum manis, bahkan Ibu hampir tidak pernah marah seperti ibu-ibu yang lain. Jujur, aku bahkan tidak pernah bisa membaca emosi Ibu. Dia terlalu terlihat tenang.

Sore itu, lagu yang Ibu nyanyikan sebuah lagu yang asing bagiku. Aku mendengar jelas lirik lagunya, musiknya tidak terlalu modern, tapi tetap saja, itu bukan lagu lawas yang familier di telingaku.

Belum sampai aku dapat jawabannya, Ibu berhenti menyanyi tepat saat aku muncul di depannya.

"Kamu mau cari apa, Nak?"

"Cari Ibu."

"Kenapa?"

Aku menggeleng.

Aku juga tidak tahu kenapa aku mencari Ibu. Kupikir yang ada di otakku hanyalah aku ingin melihat Ibu. Hanya itu, tidak ada alasan rumit.

Selama Ibu terlihat di depan mata, kupikir duniaku selalu baik-baik saja.

Ya, cuma itu alasanku.

"Lapar, ya?"

Aku menggeleng lagi.

Sebenarnya aku ingin bertanya: lagu apa yang ia senandungkan tadi? Apa judulnya, dan mengapa ia mendadak menghentikannya?

Tapi yang ada, aku mengurungkannya, tidak tahu kenapa aku juga begitu.

Hening.

Kami berdua berada di satu ruangan, tidak ada percakapan lanjutan. Tapi jujur, rasanya sangat nyaman, hanya dengan diam berdampingan.

Hari itu berakhir begitu saja, seperti biasanya.

Kini, beberapa tahun telah berlalu. Aku sudah tumbuh jadi sedikit lebih dewasa. Di tengah hiruk pikuk dunia, semesta mempertemukanku dengan lagu yang dulu pernah Ibu nyanyikan itu.

Kini, aku tahu segalanya -mulai dari judul, siapa penyanyinya, kapan lagu itu rilis, hingga makna tersembunyi di balik setiap bait liriknya.

Ternyata, pilihan lagu hari itu bukan tanpa alasan. Ibu bukan lagi sedang bernyanyi, melainkan bercerita, menumpahkan pikirannya tanpa benar-benar membuka gamblang halaman kata.

Nyatanya, melalui lagu itu, Ibu yang selalu tampak sempurna di mata dunia sebenarnya tengah menjerit dalam diamnya. 

Ironinya, aku baru memahaminya sekarang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Flash
Lagu Pilihan
SIONE
Flash
Bronze
Lingkaran
Afri Meldam
Flash
Balas Dendamku Pada Dunia
Tazkia Irsyad
Cerpen
Kunci yang Bernama Rindu
Rico Tsiau
Flash
Accismus, Jouska, Wiyata
Jafri Hidayat
Flash
Bersalah
DMRamdhan
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday
Flash
Petunjuk Cacing
Omius
Skrip Film
Langit Putih Awan Biru
Jafri Hidayat
Flash
Sang Rembulan
Dhea FB
Novel
News Hunter
Tiara Elsabila
Flash
Bronze
Interogasi
Bksai
Novel
Bronze
Hero or Zero
Aylanna N. Arcelia
Novel
Mereka adalah Aku
Sunarti
Cerpen
Tenggelam di Ombak Kematian
adinda pratiwi
Rekomendasi
Flash
Lagu Pilihan
SIONE
Flash
Marah
SIONE
Flash
Bumbu Masak Ibu
SIONE
Flash
Ambil porsimu
SIONE
Novel
Rumahku?
SIONE
Flash
Nasi Kepalku
SIONE
Flash
Bronze
Bocah Cilik
SIONE
Cerpen
Bronze
Kasur depan TV itu
SIONE
Flash
Jam Lima
SIONE
Flash
Bronze
Ulang Tahun
SIONE
Flash
Bronze
Dialog Kematian
SIONE
Flash
Bronze
Nostalgia
SIONE
Flash
Bronze
Biru dan Tamunya
SIONE
Flash
Bronze
Frekuensi
SIONE
Cerpen
Bronze
Jejal Nestapa
SIONE